[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Diduga Oven Bermasalah, Susara Berkah Bersama Briquete Salatiga Terbakar

Diduga Oven Bermasalah, Susara Berkah Bersama Briquete Salatiga Terbakar

Diduga Oven Bermasalah, Susara Berkah Bersama Briquete Salatiga Terbakar

Anggota TNI bersama Damkar saat jinakkan api

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebuah pabrik briket PT. Susara Berkah Bersama dijalan Rono Sentiko Prampelan RT 03 RW 06 Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Terbakar. Pabrik milik Ratna Ida Santi terbakar pada Sabtu dini hari, 18/10/2025.

Menurut keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat di bagian oven (area ruang pemanasan briket). Petugas jaga malam sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun kobaran api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Selanjutnya, petugas segera menghubungi Damkar Kota Salatiga untuk meminta bantuan.

Enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, setelah berjuang hampir dua jam, akhirnya api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kerusakan pada kipas pendingin mesin briket, yang menyebabkan suhu di ruang pemanasan meningkat tajam.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kebakaran diperkirakan akibat suhu berlebih setelah kipas pendingin mesin mengalami gangguan. Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp. 40.000.000,. (empat puluh juta rupiah),” jelas Kapolres Salatiga AKBP Veronica, melalui siaran persnya.

Kapolres menambahkan, jajaran Polsek Sidorejo bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Salatiga dan jajarannpiket fungsi, telah melakukan pemeriksaan di lokasi serta membantu pengamanan area kebakaran untuk mencegah warga mendekat ke titik api.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemilik gudang untuk memastikan aktivitas di area sekitar aman dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” tambah Veronica.

Polres Salatiga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk memperhatikan standar keselamatan kerja dan sistem kelistrikan pada fasilitas produksi, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Petugas Damkar saat padamkan api

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px