URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras memicu longsor tebing 100 meter di rest area 429 A, ruas tol Ungaran - Bawen, Kabupaten Semarang. Direktur PT Trans Marga Jateng (TMJ) Prajudi akan berkoordinasi dengan tim ahli untuk mengetahui penyebab pasti.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diguyur Hujan Deras, Tebing Setinggi Hampir 100 Meter di Rest Area 429 A Ungaran Longsor

Diguyur Hujan Deras, Tebing Setinggi Hampir 100 Meter di Rest Area 429 A Ungaran Longsor

Diguyur Hujan Deras, Tebing Setinggi Hampir 100 Meter di Rest Area 429 A Ungaran Longsor

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa (31/1/2023) sejak siang hingga sore mengakibatkan tebing di rest area 429 A, ruas tol Ungaran – Bawen longsor.

Detik-detik longsornya tebing setinggi hampir 100 meter itu sempat terekam kamera dan tersebar di beberapa group whatsapp.

Berdasarkan penuturan Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Prajudi, kronologi longsornya tebing di sebelah timur SPBU rest area tersebut bermula saat turun hujan deras.

“Sekitar jam 16.00 WIB hujan lebat, kami duga itu jadi penyebab terjadinya longsor. Air hujan masuk ke dalam tanah sehingga tanah jadi berat dan longsor. Ketinggian lebih kurang 100 meter,” jelasnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Selasa (31/1/2023) malam.

Sebagai upaya tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim ahli untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor.

“Besok akan kami analisa (bersama tim ahli). Antisipasinya mungkin dengan pengendalian air di daerah atas sehingga air hujan sedikit mungkin masuk ke tanah dan aliran airnya terkendali,” terangnya.

Terkait dengan kerusakan, Prajudi menambahkan tidak ada fasilitas di rest area yang terdampak. Demikian juga dengan korban jiwa dilaporkan nihil. Hanya saja, akses untuk mengisi bahan bakar jenis solar agak terganggu karena material longsoran menutup jalur pengisian.

“Karena lokasi longsornya memang persis di dekat SPBU,” sambungnya.

Sementara Manajer Rest Area 429 A Adi Linggajati menuturkan peristiwa longsor ini bukan kali pertama terjadi. Menurutnya hampir di setiap musim penghujan terjadi longsor serupa.

“Semacam peristiwa tahunan. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” bebernya.

Meski demikian, sebagai langkah pengamanan pihaknya menutup sementara akses pengisian solar sambil mengupayakan pembersihan material longsoran.

“Untuk jaga-jaga jika terjadi longsor susulan,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved