KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi, Plt Walikota Semarang Resmikan Jalan Sriwijaya Baru

Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi, Plt Walikota Semarang Resmikan Jalan Sriwijaya Baru

Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi, Plt Walikota Semarang Resmikan Jalan Sriwijaya Baru

Pemerintah Kota Semarang mulai tancap gas mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung bangkitnya perekonomian di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Hal ini mengingat selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Semarang mau tidak mau harus melakukan relokasi dan refocussing anggaran pembangunan untuk diarahkan pada upaya penanganan pandemi covid-19 sehingga beberapa pembangunan terpaksa ditunda. Kini, setelah kondisi semakin terkendali, pembangunan dapat dilanjutkan termasuk pembangunan Jalan Sriwijaya Baru yang telah selesai dibangun dan diresmikan Rabu (2/11) kemarin.

“Ini adalah kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat untuk masyarakat. Kita bisa tunjukkan pada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Semarang perhatian pada pembangunan-pembangunan yang tentunya harus mengikuti kondisi jaman sekarang,” ujar Plt. Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Peningkatan infrastruktur Jalan Sriwijaya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) menelan dana 5,7 miliar rupiah, sedangkan untuk pengaspalan dan pembangunan di Jalan Sriwijaya Baru menghabiskan anggaran 12 miliar rupiah.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Ita, proyek ini diharapkan mampu menciptakan pusat ekonomi baru khususnya di kawasan Semarang Selatan, agar tidak tersentralisasi di area tengah dan Kota Lama. Terlebih di ujung timur Jalan Sriwijaya ini akan diproyeksikan sebagai Simpang Lima Kedua, dengan titik sentral Wonderia dan TBRS.

“Jalan baru ini adalah terobosan dari Dinas Pekerjaan Umum untuk mengurai kepadatan lalu lintas, karena di wilayah Sriwijaya ini adalah salah satu titik temu dari wilayah Candi atas, dari Jalan Veteran dan Simpang Lima sehingga memang diperlukan tambahan ruas jalan yang baru. Nantinya juga akan dilanjutkan adanya food culinary yang menjadi pusat UMKM di Kota Semarang. Jalannya sudah bagus tinggal penataan tamannya,” terang Mbak Ita.

“Ini juga bentuk kolaborasi, atas ijin Pangdam IV Diponegoro, Dandim, dan Dinas Sosial Provinsi. Juga teman-teman DPU dan Dishub. Kami menyampaikan matur nuwun atas kolaborasi (pembangunan) jalan ini bisa terwujud,” lanjut Ita.

Peresmian Jalan Sriwijaya Baru ini disambut antusias oleh warga masyarakat Kota Semarang. Menurut mereka pembangunan jalan ini berguna untuk mengurai kemacetan. “Biasanya kalau pulang kerja di sini macet. Dengan adanya jalan ini tidak terlalu sumpeklah kasarannya,” ungkap Amel, seorang pengguna jalan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]