KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dispertanikap Bidik Petani Muda, 38 Sekolah di Kabupaten Semarang jadi Sasaran Penyuluhan

Dispertanikap Bidik Petani Muda, 38 Sekolah di Kabupaten Semarang jadi Sasaran Penyuluhan

Dispertanikap Bidik Petani Muda, 38 Sekolah di Kabupaten Semarang jadi Sasaran Penyuluhan

Murid SDN Beji 01 berlatih menanam bibit cabai dan terong menggunakan media tanam dalam polybag, Jumat (26/9/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) menggelar program kaderisasi petani dengan menyasar kalangan pelajar. Penyuluh pertanian diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, menjelaskan langkah ini dilakukan untuk mengatasi lambatnya regenerasi petani di daerahnya. Berdasarkan data statistik, 78,6 persen petani di Kabupaten Semarang berusia di atas 45 tahun, 28 persen berusia di atas 55 tahun, sementara petani milenial hanya 11,8 persen dan terus menurun 1 persen setiap tahun.

“Karena pertanian itu menjadi salah satu kunci kedaulatan negara, kami lakukan pendekatan ke anak-anak SD untuk membidik lahirnya petani muda,” ujar Edy, usai kegiatan penyuluhan di SDN Beji 01, Ungaran Timur, Jumat (26/9/2025).

Sepanjang September ini, penyuluh pertanian mendatangi 38 sekolah di Kabupaten Semarang. Sebanyak 112 penyuluh diterjunkan dengan membawa 500 bibit di tiap sekolah. Tanaman yang diperkenalkan kepada siswa antara lain terong ungu dan cabai rawit.

“Memang yang kami ajarkan adalah cara menanam hortikultura karena relatif mudah,” kata dia.

Edy menambahkan, program ini tidak hanya menyasar sekolah dasar, tetapi juga akan diperluas ke jenjang SMP dengan metode berbeda.

“Kita juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan agar kegiatan bisa masuk dalam kurikulum pembelajaran,” lanjutnya.

Kepala SDN Beji 01, Retno Ristiani, menyebut kegiatan ini diikuti 154 siswa dengan antusias tinggi. Menurutnya, penyuluhan bertani sekaligus memperkuat karakter anak di bidang lingkungan.

“Pendekatan deep learning yang kami terapkan mengambil dimensi kolaborasi, bernalar kritis, dan kewargaan, dengan titik tekan pada kepedulian lingkungan,” kata Retno. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]