URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 6 Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terendam banjir lumpur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diterjang Banjir Bandang, 6 RT di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Kini Terendam Lumpur

Diterjang Banjir Bandang, 6 RT di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Kini Terendam Lumpur

Diterjang Banjir Bandang, 6 RT di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Kini Terendam Lumpur

featured-img

SEMARANG – Sejumlah Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 6 Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terendam banjir lumpur.

Ketua RT 7, Harnowo mengatakan, ada enam RT yang kini aktivitasnya terganggu karena adanya genangan lumpur. Beberapa RT tersebut yakni RT 1, 2, 3, 4, 7, 9.[irp posts=”44963″ name=”Banjir Terjang Perumahan Wahyu Utomo Semarang, Warga Minta Bantuan Turun Cepat”]

“Kalau di wilayah saya (RT 7), tiga rumah rusak parah tapi terdampak semua,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (7/11/2022).

Dirinya menjelasan, kejadian ini diakibatkn karena diterjang banjir bandang. Awalnya pada Minggu (6/11) sore, di wilayahnya terjadi hujan lebat disertai angin dan guntur. Lalu setelah waktu Magrib air turun dari wilayah atas ditambah dengan meluapnya sungai di sekitar perumahan hingga terjadi banjir bandang.

“Ketinggian saya kurang tahu persis. Tapi kalau dilihat dari landasan sungai ke jalan mungkin ada 6-7 meter,” paparnya.

Dirinya menyebut, banjir serupa ini sudah tiga kali terjadi selama kurun waktu 15 tahun. Menurutnya, ini adalah bencana alam yang paling parah terjadi di wilayahnya.

“Ini ketiga kali tahun 2022 ini. Pertama tahun 2013, kedua 2018 dan yang terakhir ini tahun 2022. Ini yang paling parah dari kejadian sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, selain rumah yang rusak, beberapa alat transportasi milik warga juga hanyut terbawa derasnya air. “Mobil itu tadi satu unit kebetulan sudah diatas air (ketemu) itu luapan air. Karena kondisi sungai memutar akhirnya masuk menyangkut. Ada dua unit mobil yang jelas di garasi tadi hanyut,” katanya.

“Ada tiga motor yang hanyut juga tapi baru ketemu dua,” imbuhnya.

Dalam pantauan, warga yang terdampak melakukan evakuasi membersihkan rumahnya dan menyelamatkan barang-barang berharga. Petugas dari kepolisian, TNI AL, BPBD dan Damkar Kota Semarnag juga terjun ke lokasi membantu membersihkan jalan-jalan.

Mobil tangki air dari TNI AL juga diturunkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Sedangkan alat tranportasi warga yang hilang karena hanyut juga sedang dalam pencarian.

Sementara itu, data yang diperoleh BPBD Kota Semarang pada hari Minggu, (6/11/2022) terjadi hujan deras yang merata mengguyur di area Kota Semarang yang menyebabkan Banjir Bandang yang melanda di Perum Wahyu Utomo. Data yang tersampak banjir di wilayah RW 06 :

– RT 01 : ± 30 cm
– RT 02 : ± 30 cm
– RT 03 : ± 45 cm
– RT 04 : ± 35 cm
– RT 06: ± 30 cm
– RT 07: ± 30 cm
– RT 09: ± 30 cm

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved