KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Enam KK Terdampak Revitalisasi Benteng Willem I Ambarawa, Pemkab Semarang Salurkan Tali Asih

Enam KK Terdampak Revitalisasi Benteng Willem I Ambarawa, Pemkab Semarang Salurkan Tali Asih

Enam KK Terdampak Revitalisasi Benteng Willem I Ambarawa, Pemkab Semarang Salurkan Tali Asih

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberikan tali asih kepada warga terdampak revitalisasi tahap I Benteng Willem I Ambarawa di ruang utama Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (29/2/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak enam kepala keluarga (KK) yang tinggal di kompleks Benteng Willem I Ambarawa harus rela untuk meninggalkan rumah yang telah didiami selama puluhan tahun. Pasalnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan revitalisasi tahap I bangunan bersejarah itu menjadi kawasan wisata budaya yang terintegrasi.

Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memberikan tali asih sebesar Rp2,5 juta untuk masing-masing KK. Bantuan itu diberikan langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada penerima di ruang utama Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (29/2/2024).

Usai memberikan bantuan Ngesti menyampaikan beberapa waktu lalu pihak pelaksana telah memberikan sosialisasi kepada Pemkab Semarang, Kodam IV Diponegoro selaku pemilik aset Benteng Willem I, dan masyarakat Kecamatan Ambarawa terkait upaya revitalisasi ini. Dalam kegiatan itu telah disepakati bahwa warga yang tinggal di kompleks Benteng Willem I secara sukarela akan pindah ke tempat lain.

“Memang dari Kementerian PUPR tidak ada anggaran bantuan kepada masyarakat terdampak, sedangkan pelaksana membantu armada untuk pindahan. Oleh karena itu kami berikan tali asih dengan jumlah total Rp15 juta. Tidak banyak, disesuaikan dengan kemampuan APBD. Semoga bisa bermanfaat,” ungkapnya.

Di sisi lain Ngesti juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung upaya revitalisasi tersebut, terutama kepada masyarakat yang terdampak dan rela pindah tempat tinggal. Sebab jika tidak, dikhawatirkan akan terganggu selama proses revitalisasi.

“Apalagi mereka semua sudah sepuh, risikonya terlalu besar. Tapi alhamdulillah mereka bisa legowo dan sudah dapat tempat tinggal di daerah Bejalen, Lodoyong, Pojoksari, dan Bugisan,” ujarnya.

Ngesti menambahkan meski statusnya adalah aset milik Kodam IV Diponegoro, atas usaha bersama revitalisasi bisa dilaksanakan. Targetnya, proyek yang menelan anggaran hingga Rp141 miliar ini bisa rampung pada akhir tahun 2024.

“Kami mohon dukungan dan bantuan semua pihak agar revitalisasi berjalan lancar, sehingga bisa jadi destinasi wisata besar di Kabupaten Semarang,” harapnya.

Sementara salah satu warga terdampak Endang Murtiningsih (60) mengaku sudah menempati kompleks Benteng Willem I Ambarawa selama 60 tahun.

“Kebetulan bapak dan suami dulu pegawai Lapas Kelas IIA Ambarawa, jadi tinggalnya di situ juga,” urainya.

Terkait revitalisasi ini, ia secara sukarela bisa menerima dan sudah pindah ke wilayah Bejalen sejak pertengahan Januari 2024. Secara prinsip, ia mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan bersama. Ia mengaku senang dengan tali asih yang diberikan oleh Bupati Semarang.

“Alhamdulillah sudah diperhatikan oleh bapak bupati, akan kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan dilihat nominalnya, tapi bentuk perhatian yang diberikan sangat berarti bagi kami,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Benteng Willem I Ambarawa akan disulap menjadi kawasan wisata budaya yang diintegrasikan dengan keberadaan hotel dalam benteng, restoran, serta fasilitas pendukung lainnya. Hal itu diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar, yaitu potensi peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pemanfaatan aset, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, serta mendukung pelestarian cagar budaya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]