URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target

Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target

Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target

Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025 di DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (24/6/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025 di DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (24/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya mencapai target. Sejumlah sektor penyumbang PAD, terutama parkir, pariwisata, dan pajak hotel, tercatat mengalami penurunan sehingga menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan capaian PAD memang tidak selalu dapat mencapai 100 persen. Beberapa sektor mampu melampaui target, namun sebagian lainnya masih berada di bawah harapan.

“Pendapatan asli daerah memang tidak bisa full 100 persen. Ada yang melebihi target, tetapi ada juga yang tidak sampai. Yang tidak sampai ini yang perlu kita evaluasi, misalnya parkir yang tidak mencapai target,” ujarnya usai Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, Rabu (24/6/2026).

Selain parkir, sektor pariwisata juga belum memenuhi target pendapatan. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata. Meski demikian, terdapat beberapa objek wisata yang menunjukkan tren positif. Salah satunya adalah Bukit Cinta yang mengalami peningkatan kunjungan setelah adanya penambahan wahana wisata melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Dulu rata-rata hari Minggu sekitar 1.000 pengunjung. Sekarang bisa mencapai 4.000 orang, bahkan saat Lebaran kemarin sampai 6.000 pengunjung,” katanya.

Ngesti menilai pengembangan wahana baru menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan daya tarik wisata. Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong pengembangan destinasi wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, termasuk objek wisata skala kecil yang tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Semarang.

Penurunan kunjungan wisata juga berdampak pada penerimaan pajak hotel. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Pemkab Semarang, tingkat okupansi sejumlah hotel besar saat ini rata-rata hanya berada di kisaran 40 hingga 50 persen.

“Pajak hotel juga agak turun. Dari informasi yang kami peroleh, okupansi hotel rata-rata antara 40 sampai 50 persen,” jelasnya.

Di sisi lain, Ngesti menyampaikan pelaksanaan APBD 2025 secara umum berjalan cukup baik. Kabupaten Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-15 kali berturut-turut.

Sementara itu, penyerapan anggaran APBD 2025 mencapai sekitar 95 persen. Anggaran terbesar masih dialokasikan untuk belanja pegawai, disusul sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Penyerapan APBD 2025 termasuk optimal, kurang lebih sekitar 95 persen,” katanya.

Pemkab Semarang juga mulai menyiapkan langkah evaluasi untuk APBD 2026 menyusul berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan penurunan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sejumlah belanja yang dinilai tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor, serta konsumsi kegiatan, akan dilakukan efisiensi guna menjaga program prioritas tetap berjalan. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Tak Menyerah pada Keterbatasan, Perajin Difabel Kuda Lumping Asal Ambarawa Kembangkan Usaha Lewat UEP
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga