URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Ganjar Pranowo berharap Forum Pembauran Kebangsaan menjadi inisiator kedamaian dan kerukunan seluruh warga di Jawa Tengah. Kelompok seperti ini menurutnya harus lebih banyak agar tercipta suasana penuh toleransi di Indonesia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar; Tempatnya Silaturahmi Antar Etnis

Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar; Tempatnya Silaturahmi Antar Etnis

Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar; Tempatnya Silaturahmi Antar Etnis

Gubernur Ganjar Pranowo saat bertemu dengan Pengurus FPK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (2/8).
featured-img

SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo berharap Forum Pembauran Kebangsaan menjadi inisiator kedamaian dan kerukunan seluruh warga di Jawa Tengah. Kelompok seperti ini menurutnya harus lebih banyak agar tercipta suasana penuh toleransi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ganjar usai bertemu dengan Pengurus FPK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (2/8). Kelompok ini terdiri dari 19 etnis. Mereka sudah tinggal dan memahami seluk beluk dan kebudayaan di Jawa Tengah.

“Kalau orang salah-salah apakah terkait dengan bahasa tutur kata, menyinggung etnis itu tidak tersinggung orangnya, maka kemudian forum ini dipakai untuk mendekatkan bersilaturahmi di antara mereka,” katanya usai pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut, hadir perwakilan berbagai etnis. Dari Dayak, Minang, eks Timor Timur, Papua, Sunda hingga Jawa. Tak hanya itu, dalam FPK juga terdapat perwakilan penganut kepercayaan serta eks napi teroris. Dari forum ini, harapannya ke depan menjadi penengah konflik isu SARA.

“Sehingga kalau terjadi hal-hal yang sifatnya karena perbedaan suku agama ras golongan dan sebagainya itu, mereka cepat untuk bisa menginisiasi bisa meredam,” ujarnya.

Di samping itu, Ganjar juga melihat banyak sisi positif dari keberadaan forum yang diketuai Muhammad Adnan, tokoh politik di Jateng.

“Umpama banyaknya seni, budaya, kuliner, tempat wisata mereka dari tempat asal bisa kita tampilkan di sini. Sehingga banyak hal positif yang kemudian lebih dikemukakan daripada potensi konfliknya,” katanya.

Ganjar berharap forum ini bisa menjaga stabilitas berbangsa bernegara kondusifitas dalam relasi antar anak bangsa.

“Ini kerjaan kualitatif, nggak keliatan tapi harus dipelihara terus menerus. Banyak orang yang abai tapi ketika terjadi sesuatu yang sifatnya meledak kadang-kadang memadamkannya tidak mudah. Nah kalau dengan komunikasi intens harapan kita semua bisa dicegah, ada masalah kumpul. kira-kira gitu,” tandasnya.

Sebagai informasi, pengurus FPK Jateng dikukuhkan pada Rabu (20/7) lalu. Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Salah satu misi yang akan dijalankan Forum Pembauran Kebangsaan Jateng ini yakni menggelorakan aksi penangkalan paham radikalisme dan intoleransi, dengan cara meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkup warga.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga