[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar; Tempatnya Silaturahmi Antar Etnis

Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar; Tempatnya Silaturahmi Antar Etnis

Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar; Tempatnya Silaturahmi Antar Etnis

Gubernur Ganjar Pranowo saat bertemu dengan Pengurus FPK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (2/8).

SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo berharap Forum Pembauran Kebangsaan menjadi inisiator kedamaian dan kerukunan seluruh warga di Jawa Tengah. Kelompok seperti ini menurutnya harus lebih banyak agar tercipta suasana penuh toleransi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ganjar usai bertemu dengan Pengurus FPK Jawa Tengah di kantornya, Selasa (2/8). Kelompok ini terdiri dari 19 etnis. Mereka sudah tinggal dan memahami seluk beluk dan kebudayaan di Jawa Tengah.

“Kalau orang salah-salah apakah terkait dengan bahasa tutur kata, menyinggung etnis itu tidak tersinggung orangnya, maka kemudian forum ini dipakai untuk mendekatkan bersilaturahmi di antara mereka,” katanya usai pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut, hadir perwakilan berbagai etnis. Dari Dayak, Minang, eks Timor Timur, Papua, Sunda hingga Jawa. Tak hanya itu, dalam FPK juga terdapat perwakilan penganut kepercayaan serta eks napi teroris. Dari forum ini, harapannya ke depan menjadi penengah konflik isu SARA.

“Sehingga kalau terjadi hal-hal yang sifatnya karena perbedaan suku agama ras golongan dan sebagainya itu, mereka cepat untuk bisa menginisiasi bisa meredam,” ujarnya.

Di samping itu, Ganjar juga melihat banyak sisi positif dari keberadaan forum yang diketuai Muhammad Adnan, tokoh politik di Jateng.

“Umpama banyaknya seni, budaya, kuliner, tempat wisata mereka dari tempat asal bisa kita tampilkan di sini. Sehingga banyak hal positif yang kemudian lebih dikemukakan daripada potensi konfliknya,” katanya.

Ganjar berharap forum ini bisa menjaga stabilitas berbangsa bernegara kondusifitas dalam relasi antar anak bangsa.

“Ini kerjaan kualitatif, nggak keliatan tapi harus dipelihara terus menerus. Banyak orang yang abai tapi ketika terjadi sesuatu yang sifatnya meledak kadang-kadang memadamkannya tidak mudah. Nah kalau dengan komunikasi intens harapan kita semua bisa dicegah, ada masalah kumpul. kira-kira gitu,” tandasnya.

Sebagai informasi, pengurus FPK Jateng dikukuhkan pada Rabu (20/7) lalu. Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Salah satu misi yang akan dijalankan Forum Pembauran Kebangsaan Jateng ini yakni menggelorakan aksi penangkalan paham radikalisme dan intoleransi, dengan cara meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkup warga.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px