URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pengecekan langsung hasil perbaikan dan pelebaran Jalan Jumo-Muntung, Kabupaten Temanggung, pada Kamis (27/7/2023). Tujuan kunjungannya adalah untuk memastikan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Tinjau Hasil Bankeu di Jalan Jumo-Muntung, Temanggung

Ganjar Tinjau Hasil Bankeu di Jalan Jumo-Muntung, Temanggung

Ganjar Tinjau Hasil Bankeu di Jalan Jumo-Muntung, Temanggung

featured-img

Temanggung – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek langsung hasil perbaikan dan pelebaran Jalan Jumo-Muntung, Kabupaten Temanggung, Kamis (27/7/2023). Hal itu untuk memastikan bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terlaksana dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini alhamdulillah bantuan keuangan ke Kabupaten Temanggung berjalan baik. Kira-kira pagu Rp5 miliar dengan pelaksanaan Rp4,8 miliar, dan hasilnya bagus dan mulus,” ujar Ganjar, di sela kunjungan.

Ditambahkan, perbaikan dan pelebaran jalan tersebut dilakukan sepanjang 5,8 kilometer. Untuk menjaga kondisi jalan agar awet, Ganjar meminta kendaraan bermuatan untuk tidak melebihi batas tonase. Jika perlu, dapat dilakukan operasi penegakan hukum.

“Memang setelah jalan ini bagus truk yang besar lewat sini. Sepertinya harus ada operasi penegakan hukum. Mereka rata-rata over tonase. Kapasitas 5-6 ton masih oke, tapi kalau melebihi ya blesek (rusak),” terangnya.

Diakui, ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan. Namun, dipastikan akan segera dilakukan perbaikan karena masih masa pemeliharaan.

“Nanti akan diperbaiki. Hanya beberapa ada yang rusak karena ini masih masa pemeliharaan cek dan ricek ini penting untuk memastikan, bahwa Bankeu kita ke seluruh kabupaten ke desa berjalan dengan baik. Ada kontraktornya nanti akan memperbaiki bagian yang rusak,” tegas Ganjar.

Saat melakukan peninjauan, gubernur sempat menemui warga yang melintas di jalan tersebut. Ia meminta pendapat kondisi jalan dulu dengan sekarang, setelah ada perbaikan.

“Kita tanya warga, dulu jalannya gimana, mereka bilang (bergelombang). Kalau sekarang bagus, kanan dan kiri pertanian, sehingga mendapatlan akses yang lancar,” tandasnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan