URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memastikan harga kebutuhan pokok di Jateng stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri melalui operasi pasar. Gubernur menekankan bahwa operasi pasar akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri untuk mencegah inflasi daerah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok di Jateng Stabil Jelang Lebaran

Ganjar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok di Jateng Stabil Jelang Lebaran

Ganjar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok di Jateng Stabil Jelang Lebaran

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memastikan harga kebutuhan pokok di Jateng stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri melalui operasi pasar. Gubernur menekankan bahwa operasi pasar akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri untuk mencegah inflasi daerah.
Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melakukan operasi ke Pasar Johar Kota Semarang, Jateng, Rabu (5/4/2023) untuk memantau harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 H dan libur lebaran
featured-img

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan harga kebutuhan pokok di Jateng menjelang Hari Raya Idul Fitri stabil dan terkendali melalui operasi pasar.

“Kami melihat harga-harga yang ada di sini. Kalau bahan pokok sih relatif tadi masih stabil ya, bawang putih, bawang merah. Bawang putihnya relatif stabil, bawang merahnya itu agak sedikit naik, tapi masih di bawah harga acuannya,” kata Ganjar usai mengecek pelaksanaan operasi pasar dan sekaligus memantau harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran di Pasar Johar Lama, Semarang, Rabu.

Dirinya menyebut operasi pasar yang dilakukan ini merupakan upaya Pemprov Jateng untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Oleh karena itu, operasi pasar masih akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Kami masih akan cek terus harga-harga menjelang lebaran nanti ya,” ujarnya.

Selain memantau harga komoditas, Ganjar juga mengecek harga pakaian di pasar tersebut.

Orang nomor satu di Jateng itu menyebut suasana Lebaran sudah begitu terasa meskipun Hari Raya Idul Fitri relatif masih lama.

“Pakaiannya sudah terasa kenaikannya. Rasa-rasanya, suasana lebaran sudah mulai ada ya. Jadi ini geliat ekonomi yang cukup bagus dan kami masuk sengaja pasar-pasar yang tradisional,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengintensifkan pemantauan komoditas kebutuhan pokok dan operasi pasar untuk mencegah inflasi daerah.

Hal itu diungkapkan Ganjar usai menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Mudah-mudahan minggu ini kawan-kawan akan turun, melihat dan mengecek ke pasar mana-mana yang kurang dan harus diintervensi,” ujarnya.

Seorang pedagang di Pasar Johar Lama, Retno menyampaikan harga komoditas bawang putih mulai naik.

Sebelum Ramadhan, harga bawang putih Rp28.000 per kilogram, kemudian pada minggu kedua Ramadhan harga bawang putih mencapai Rp31.000/kg.

Kendati dirasa tinggi oleh pedagang, harga tersebut masih di bawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yakni berkisar Rp32.000/kg.

BACA JUGA :

Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved