URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Dalam konteks penanggulangan kemiskinan, investasi SDM ini tidak murah, tidak mudah, tetapi mempunyai nilai tinggi karena mereka sangat kompetitif," kata Ganjar saat mengunjungi SMKN Jateng di Purbalingga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar: SMKN Jateng Bentuk Investasi SDM untuk Penanggulangan Kemiskinan

Ganjar: SMKN Jateng Bentuk Investasi SDM untuk Penanggulangan Kemiskinan

Ganjar: SMKN Jateng Bentuk Investasi SDM untuk Penanggulangan Kemiskinan

featured-img

PURBALINGGA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jawa Tengah di Purbalingga, Senin (25/7/2022). Di sela melihat aktivitas belajar dan vaksinasi siswa-siswi, Ganjar menegaskan bagaimana pentingnya investasi sumberdaya manusia (SDM) dalam konteks penanggulangan kemiskinan.

“Dalam konteks penanggulangan kemiskinan, investasi SDM ini tidak murah, tidak mudah, tetapi mempunyai nilai tinggi karena mereka sangat kompetitif,” kata Ganjar saat mengunjungi SMKN Jateng di Purbalingga.

Keberadaan SMKN Jateng menjadi salah satu langkah jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Sebab SMKN Jateng dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan bagus dan berkualitas. Setiap siswa juga tidak ditarik biaya bahkan semua kebutuhan hidup selama belajar SMKN Jateng sudah ditanggung.

“Saya selalu tanya kepada anak-anak, kamu tinggal di mana, orangtuamu kerja apa. Tadi penjual cilok. Pedagang, terus sopir, ada juga yang maaf sudah yatim dan yatim piatu. Sebenarnya saya ingin memberikan lebih banyak akses kepada anak-anak agar bisa mendapatkan sekolah yang baik dan tidak berbayar. Syaratnya harus dari keluarga yang tidak mampu. Jadi mohon maaf yang lain pernah titip, saya katakan tidak, silakan ambil sekolah lain. Khusus SMK Jateng ini kita harapkan bisa memberikan akses itu,” jelas Ganjar.

Setelah memberikan akses, lanjut Ganjar, maka yang menjadi fokus berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan kedisiplinan siswa. Untuk itu di setiap SMKN Jateng selalu ditekankan beberapa hal yaitu skill, knowledge, dan attitude sehingga dapat membentuk karakter anak. Harapannya ketika lulus nanti setiap anak memiliki karakter dan disiplin yang kuat sehingga mampu berkompetisi.

“Sekarang mereka sudah ada gambaran, kalau sudah lulus mau kerja di mana itu sudah ada pilihan. Agar bisa menuju ke tempat yang ia pilih itu butuh kemampuan yang tidak biasa-biasa saja. Maka mereka musti unggul sehingga bisa berkompetisi. Inilah yang kita harapkan nanti jangka panjangnya begitu. Tentu sambil berjalan kita mau ciptakan kualitas anak-anak yang sekolah di vokasi ini bagus, the best. Tadi ada yang bercita-cita merehab rumah orangtuanya. Jadi betul-betul harapan kami anak-anak ini minimal menyelamatkan diri lalu bisa membantu keluarga,” ungkapnya.

Ganjar menambahkan untuk mencapai tujuan itu pasti akan ada tantangan, masukan, dan kritikan. Semua itu menjadi dasar SMKN Jateng untuk terus memperbaiki diri. Misalnya dari segi kedisiplinan, Ganjar pernah mendapatkan kritikan dari perusahaan bahwa tenaga kerja lokal banyak yang kurang disiplin. Atas dasar itu, Ganjar memberikan pesan khusus kepada setiap sekolah agar membangun kedisiplinan sejak dini.

Pembangunan disiplin anak itu bisa dilakukan melalui aktivitas dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya setiap siswa selesai praktik, semua alat harus dikembalikan ke tempatnya. Begitu juga bagaimana merawat mesin atau peralatan yang digunakan sebab itu menjadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaannya nanti.

“Saya melihat ini bersih, tertata rapi, tapi makin hari musti makin detil karena disiplin bisa dibangun dengan kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Jadi umpama habis praktik, alat dikembalikan ke tempatnya. Sanksi harus jelas karena beberapa alat ini kan mahal, kalau kemudian ia mengambil maka harus ditindak tegas, kalau perlu dikeluarkan. Kalau ia tidak menempatkan di tempat sebelumnya, musti diberikan sanksi agar mereka terbiasa sehingga integritasnya tinggi. Kita akan bisa menjaga setiap kali mereka belajar di sini, sudah belajar disiplin dan karakter,” tegas Ganjar.

SMKN Jateng di Purbalingga sendiri saat ini memiliki 283 siswa. Terdiri atas 96 siswa kelas X, 95 siswa kelas XI, dan 92 siswa kelas XII. Ratusan siswa tersebut terbagi dalam dua jurusan yaitu Teknik Pengelasan dna Teknik Pemesinan. Sekolah itu juga sudah bekerja sama dengan salah satu perusahaan yaitu PT Komatsu dalam hal kebutuhan tenaga kerja. Kerja sama itu juga sekaligus menjalankan instruksi Ganjar terkait teaching industry karena kurikulum di sekolah sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Ersa, siswi kelas XII Teknik Pengelasan, mengatakan bersyukur bisa sekolah di SMKN Jateng karena tidak dipungut biaya sehingga meringankan beban orangtua. Setelah lulus, ia mengaku ingin bekerja sambil kuliah. Ia juga ingin memberikan pendapatan dari bekerja untuk membantu keluarganya.

“Sangat bersyukur bisa sekolah di sini tanpa biaya, meringankan beban keluarga. Semoga sekolah ini lebih baik lagi dan bermanfaat bagi anak-anak yang ingin melanjutkan tetapi terhalang biaya. Bisa menjadi rantai bagi anak-anak yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah,” ujar anak dari ayah yang bekerja sebagai pedagang cilok di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, itu.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved