KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

UNGARAN – Jika biasanya jari-jari mereka sibuk menggeser layar demi mengejar target, kali ini jemari para driver Komunitas Ojek Online (KOIN) Ungaran saling bertaut erat dalam jabatan tangan maaf-memaafkan. Keriuhan pesanan yang biasa menghiasi ponsel pun kalah bersaing dengan hangatnya obrolan santai dalam momen Halal Bihalal, Minggu (5/4/2026) pagi.

Para pejuang aspal di Kabupaten Semarang ini menggelar acara tersebut sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, sekaligus melepas penat di tengah tanggung jawab menuntaskan amanah dari setiap orderan yang masuk.

Bertempat di kediaman salah satu anggota KOIN di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, para driver yang setiap harinya bergelut dengan derasnya hujan, panasnya jalanan, antrean resto yang panjang, kemacetan, hingga target orderan, tampak berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.

Meski setiap hari mereka saling berpapasan di jalan, padatnya ritme kerja seringkali membuat interaksi antar driver hanya sebatas klakson singkat atau lambaian tangan. Namun, pada momen Minggu pagi tersebut, helm dilepaskan dan jaket identitas kebanggaan dikesampingkan sejenak, diganti dengan jabat tangan erat penuh maaf.

Ketua KOIN Ungaran, Nurcholip atau yang akrab disapa Plencung, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan untuk menjaga kekompakan anggota. Ia menegaskan bahwa komunitas ini bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah kedua bagi para anggotanya.

“Di jalanan kita mungkin bersaing secara sistem, tapi di bawah bendera KOIN, kita adalah keluarga. Semboyan kita tetap satu: Seduluran Sak Lawase,” tegas Plencung di sela-sela acara.

Tak hanya sekadar bermaaf-maafan, momen ini juga dimanfaatkan para anggota untuk saling berbagi kiat aman agar akun terhindar dari suspend ataupun putus mitra. Berbagai tips teknis dibagikan, mulai dari menjaga performa agar tetap “gacor”, hingga prosedur verifikasi muka (vermuk) yang benar agar akun tidak terbaca sebagai pelanggaran sistem.

Edukasi antar anggota ini dinilai penting mengingat aturan dari pihak aplikator yang kian ketat. Para pengemudi diharapkan tetap waspada dalam menjaga performa serta integritas akun mereka saat bekerja di lapangan.

Melalui kebersamaan ini, KOIN berharap sinergi antar driver semakin kuat dan diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para pengemudi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Usai doa bersama dan santap siang penuh kekeluargaan, keceriaan para pejuang aspal ini terekam dalam sesi foto bersama. Momen ini menegaskan bahwa di balik kerasnya aspal Ungaran, selalu ada rumah bernama persaudaraan yang siap menyambut mereka dengan hangat, di bawah semboyan abadi: Seduluran Sak Lawase. (ben)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]