KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

UNGARAN – Jika biasanya jari-jari mereka sibuk menggeser layar demi mengejar target, kali ini jemari para driver Komunitas Ojek Online (KOIN) Ungaran saling bertaut erat dalam jabatan tangan maaf-memaafkan. Keriuhan pesanan yang biasa menghiasi ponsel pun kalah bersaing dengan hangatnya obrolan santai dalam momen Halal Bihalal, Minggu (5/4/2026) pagi.

Para pejuang aspal di Kabupaten Semarang ini menggelar acara tersebut sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, sekaligus melepas penat di tengah tanggung jawab menuntaskan amanah dari setiap orderan yang masuk.

Bertempat di kediaman salah satu anggota KOIN di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, para driver yang setiap harinya bergelut dengan derasnya hujan, panasnya jalanan, antrean resto yang panjang, kemacetan, hingga target orderan, tampak berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan.

Meski setiap hari mereka saling berpapasan di jalan, padatnya ritme kerja seringkali membuat interaksi antar driver hanya sebatas klakson singkat atau lambaian tangan. Namun, pada momen Minggu pagi tersebut, helm dilepaskan dan jaket identitas kebanggaan dikesampingkan sejenak, diganti dengan jabat tangan erat penuh maaf.

Ketua KOIN Ungaran, Nurcholip atau yang akrab disapa Plencung, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan untuk menjaga kekompakan anggota. Ia menegaskan bahwa komunitas ini bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah kedua bagi para anggotanya.

“Di jalanan kita mungkin bersaing secara sistem, tapi di bawah bendera KOIN, kita adalah keluarga. Semboyan kita tetap satu: Seduluran Sak Lawase,” tegas Plencung di sela-sela acara.

Tak hanya sekadar bermaaf-maafan, momen ini juga dimanfaatkan para anggota untuk saling berbagi kiat aman agar akun terhindar dari suspend ataupun putus mitra. Berbagai tips teknis dibagikan, mulai dari menjaga performa agar tetap “gacor”, hingga prosedur verifikasi muka (vermuk) yang benar agar akun tidak terbaca sebagai pelanggaran sistem.

Edukasi antar anggota ini dinilai penting mengingat aturan dari pihak aplikator yang kian ketat. Para pengemudi diharapkan tetap waspada dalam menjaga performa serta integritas akun mereka saat bekerja di lapangan.

Melalui kebersamaan ini, KOIN berharap sinergi antar driver semakin kuat dan diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para pengemudi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Usai doa bersama dan santap siang penuh kekeluargaan, keceriaan para pejuang aspal ini terekam dalam sesi foto bersama. Momen ini menegaskan bahwa di balik kerasnya aspal Ungaran, selalu ada rumah bernama persaudaraan yang siap menyambut mereka dengan hangat, di bawah semboyan abadi: Seduluran Sak Lawase. (ben)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]