URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SMP Stella Matutina Salatiga merayakan Hari Batik Nasional dengan cara berbeda, Kamis (2/10/2025). Ratusan siswa tak hanya mengenakan batik, tapi juga membuat batik tulis sendiri dan menampilkannya dalam fashion show di depan sekolah. Acara ini bertujuan mengapresiasi karya siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan pada budaya batik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hari Batik, Siswa SMP di Salatiga Gelar Fashion Show

Hari Batik, Siswa SMP di Salatiga Gelar Fashion Show

Hari Batik, Siswa SMP di Salatiga Gelar Fashion Show

SMP Stella Matutina Salatiga merayakan Hari Batik Nasional dengan cara berbeda, Kamis (2/10/2025). Ratusan siswa tak hanya mengenakan batik, tapi juga membuat batik tulis sendiri dan menampilkannya dalam fashion show di depan sekolah. Acara ini bertujuan mengapresiasi karya siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan pada budaya batik.
foto Arief Rasika
Siswa saat peragakan batik di depan sekolah
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Jika biasanya peringgatan hari batik nasional masyarakat mengenakan batik pada satu hari tersebut, berbeda yang dilakukan oleh SMP Stella Matutina, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Mereka tidak hanya mengenakan batik, namun juga membuat batik sendiri dan menggelar fashion show di depan gerbang sekolah, Kamis (2/10/2025).

Beberapa hari sebelumnya, ratusan siswa SMP Stella mengikuti praktek pembuatan batik tulis dengan dipandu oleh pelatih batik Soeramata Salatiga. Mereka membuat batik mulai dari pola hingga pewarnaan batik. Puncaknya, para siswa lenggak-lenggok memamerkan busana batik yang mereka buat sendiri itu dengan disaksikan siswa, beberapa wali siswa yang hadir, dan pengguna Jalan Diponegoro Salatiga.

Salah seorang siswa Chelin mengaku senang bisa menampilkan batik buatannya sendiri dalam ajang fashion show dalam rangka hari batik nasional ini. Dirinya menyebut, tidak terlalu mengalami kesulitan dalam proses pembuatan batik. Hanya saja saat proses mencanting cukup menguras waktu dan harus fokus agar pola tidak meleset.

“Kalau (batik) temanya ini bunga-bunga dan dedaunan. Melambangkan keberanian, keasrian, dan kecantikan dari batik,” kata Chelin.

Chelin mengatakan, untuk fashion show ini dirinya sempat latihan selama satu hari. Dirinya juga bangga bisa memamerkan kreasi batik buatannya sendiri di depan umum.

Koordinator kegiatan Virene Irida menjelaskan, acara fashion show ini dilakukan dalam rangka hari batik nasional. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya para siswa yang membuat batik sendiri dengan teknik celup dan colek.

“Nah hari ini, apresiasi dari hasil karya mereka dengan cara menggelar fashion show. Tujuannya untuk memberikan apresiasi karya anak-anak dan juga menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak tampil di depan umum. Bangga dengan hasil karya sendiri,” terangnya.

Ajang fashion show ini juga sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya warisan leluhur, khususnya batik. Bahkan ajang ini juga dilombakan untuk peserta terbaik akan mendapatkan apresiasi. Selain itu, pihaknya juga memilih lokasi fashion show di depan gerbang sekolah untuk memberitahukan kepada warga bahwa SMP Stella Matutina memiliki inovasi dan kegiatan yang menarik.

“Kami itu punya potensi, tidak hanya di dalam, tapi orang luar atau pengguna jalan itu tahu bahwa sekolah kita punya inovasi dan kreasi yang luar biasa,” tandas Virene.

– Chelin saat diwawancara wartawan
– Suasana penampilan siswa

BACA JUGA :

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta