KABAR RASIKA

Hendi Harap Semarang Bisa Herd Immunity 1,5 Bulan Lagi, Dengan Catatan

Hendi Harap Semarang Bisa Herd Immunity 1,5 Bulan Lagi, Dengan Catatan

Hendi Harap Semarang Bisa Herd Immunity 1,5 Bulan Lagi, Dengan Catatan

RASIKAFM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan saat ini masyarakat Kota Semarang yang melaksanakan vaksinasi pertama telah mencapai sekitar 520.000 orang. Jumlah itu disebutkannya telah mencapai separuh dari target herd immunity atau kekebalan kelompok warga Kota Semarang, yaitu sebanyak 1,1 juta orang.

“Kemarin sore Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dokter Hakam laporan ada 520.000 sekian yang sudah v1 atau vaksin pertama. Untuk mencapai herd immunity 1,1 juta orang, ini separuhnya. Untuk itu kami terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi dengan menggandeng banyak pihak,” tuturnya.

Dia sendiri mengungkapkan bahwa kemampuan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang saat ini telah tiga kali lipat lebih banyak dari target yang ditetapkan awal, dari 5.000 vaksin per hari menjadi 15.000 vaksin per hari. Dengan kemampuan tersebut dibutuhkan waktu 1,5 bulan ke depan untuk mengejar herd immunity Kota Semarang, yaitu dengan 600.000 orang lagi tervaksin.

“Kemampuan 8 sentra vaksin di Kota Semarang dan regulernya di 37 Puskesmas setiap hari sekitar 15.000 vaksin. Kalau masih mau mengejar 600.000 lagi ya butuh 1,5 bulan, dengan catatan vaksinnya selalu ada,” terang Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut saat membuka kegiatan vaksinasi di Universitas Muhammadiyah Semarang, Selasa (13/7).

Hendi pun berharap ada lebih banyak pihak di luar Pemerintah Kota Semarang yang mau berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan vaksinasi per hari di ibu kota Jawa Tengah. Pasalnya, dengan lebih banyak pihak yang berpartisipasi mendukung percepatan vaksinasi, Hendi meyakini herd immunity akan lebih cepat tercapai di Kota Semarang.

“Upaya kami salah satunya dengan menggandeng kawan – kawan perguruan tinggi. Maka hari ini saya ucapkan terima kasih kepada UNIMUS, apalagi UNIMUS ini spesial, vaksinnya tidak disuplai dari Kota Semarang, tapi langsung dari Jakarta. Kalau ini dilakukan lebih banyak pihak, maka proses vaksin di Kota Semarang akan semakin cepat,” tekan Hendi.

Di sisi lain, Hendi juga menuturkan selama berjalannya PPKM Darurat hingga saat ini, tren COVID-19 di Kota Semarang semakin melandai dan tidak terdapat lonjakan kasus yang signifikan. Tren itu pun berpengaruh pada penurunan BOR (Bed Occupancy Ratio) di rumah sakit dan tempat karantina yang ada di Kota Semarang.

“Alhamdulillah kalau kemarin banyak yang antri di IGD, kalau sekarang sudah tidak. Jadi sekarang yang terpenting hanya dua, yaitu vaksin dan protokol kesehatan. Karena vaksin ini kan bukan obat, vaksin ini ibaratnya hanya rompi anti peluru,” tandasnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px