URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Baznas. Dirinya pun menekankan pentingya transparansi, keterbukaan, dan tepat sasaran dalam pengelolaan dana sesuai regulasi. Hal itu ditekannya pada kegiatan pelantikan Pimpinan Baznas Kota Semarang periode 2022 sampai 2027 beberapa waktu lalu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hendi Minta Baznas Kembali Bangun Kepercayaan Masyarakat

Hendi Minta Baznas Kembali Bangun Kepercayaan Masyarakat

Hendi Minta Baznas Kembali Bangun Kepercayaan Masyarakat

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melantik Pengurus Baznas Kota Semarang periode 2022-2017 yang dipimpin Arnaz Agung Andrarasmara di Balai Kota Semarang, Sabtu (16/7).
featured-img

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Baznas. Dirinya pun menekankan pentingya transparansi, keterbukaan, dan tepat sasaran dalam pengelolaan dana sesuai regulasi. Hal itu ditekannya pada kegiatan pelantikan Pimpinan Baznas Kota Semarang periode 2022 sampai 2027 beberapa waktu lalu.

Bertempat di Balaikota Semarang, dia pun menyinggung beberapa contoh kasus permasalahan pengelolaan dana sosial, dimana menurutnya sedikit banyak menggoyangkan semangat masyarakat dalam penyaluran zakat, infaq, maupun sedekah pada sebuah lembaga. Karena itu Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan jika transparansi menjadi kata kunci penting, yaitu dengan menjunjung semangat kerterbukaan.

“Zakat yang dikumpulkan oleh Baznas Kota Semarang kemudian distribusinya ke mana saja. Harus tepat sasaran sesuai syariat Islam agar kita semua percaya dan berlomba-lomba memberikan zakat melalui Baznas Kota Semarang,” ujar Hendi pada kesempatan tersebut yang juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Baznas RI Prof.H.Noor.

Hendi melanjutkan, dirinya pun terus mendukung ASN di lingkungan Pemerintah Kota Semarang untuk masing-masing dinas sebagian besar disalurkan ke Baznas Kota Semarang. “Ini pelan-pelan kita memberikan edukasi kepada masyarakat dan OPD supaya semua penyalurannya lewat Baznas, karena sebenarnya dinas yang mengumpulkan zakat itu juga bisa menyalurkan langsung pada masyarakat dan tidak masalah,” tuturnya.

Dirinya pun juga yakin pada pengurus baru Baznas tidak perlu adaptasi terlalu lama untuk bisa menggali sumber zakat terutama mendistribusikan kepada yang berhak. Ia menyampaikan bahwa potensi zakat bisa dikelola lebih banyak lagi di Semarang dengan terbuka dan dishare kepada masyarakat supaya masyarakat semakin percaya nantinya sumber zakatnya makin banyak.

Di sisi lain, Hendi memberikan apresiasi atas penyaluran dan pendistribusian bantuan berupa gerobak dorong Z Chicken dari Baznas Pusat kepada para pedagang usaha kecil yang tersebar di Kota Semarang. Hendi menyampaikan bahwa ini merupakan terobosan yang luar biasa dan gerakan produktif dari Baznas pusat untuk Kota Semarang.

“Dengan adanya Z Chicken yang dikemas dengan gaya yang keren merupakan salah satu gerakan modern yang pasti akan menaikkan nilai tawar sebuah usaha. Tadi juga sudah coba rasanya crunchy dan murah harganya 12.500 sudah dapat nasi dan ayam yang porsinya besar,” imbuhnya.

Hendi berpesan pada penerima manfaat untuk merawat dengan baik dan harus produktif. Kepada Baznas pusat, Hendi berpesan jika nantinya ada produk-produk lain, Kota Semarang siap untuk menerima program dan akan distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026