[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Musibah Kecelakaan lalu lintas melibatkan angkutan umum Prona dengan satu sepeda motor terjadi di jalan Soekarno Hatta Salatiga Rabu (25/5/2022)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hindari Scoopy, Prona Tabrak Toko Ban Bintang Jaya Hingga Terbalik

Hindari Scoopy, Prona Tabrak Toko Ban Bintang Jaya Hingga Terbalik

Hindari Scoopy, Prona Tabrak Toko Ban Bintang Jaya Hingga Terbalik

Musibah Kecelakaan lalu lintas melibatkan angkutan umum Prona dengan satu sepeda motor terjadi di jalan Soekarno Hatta Salatiga Rabu (25/5/2022) sekira pukul 06.30.

Kecelakaan itu melibatkan angkutan umum Prona berwarna merah berpelat nomor H 7080 QC serta sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu dengan pelat nomor H 5940 MK.

Pantauan Rasika FM di tkp, kecelakan berawal saat prona melaju dari arah solo menuju Salatiga dengan kecepatan tinggi. prona berada di lajur kanan. Sementara scoopy berada didepan sebelah kiri. Sesampainya di lokasi kejadian, motor bermaksud menyeberang kekanan.

Prona yang berada di belakangnya kaget dan berusaha menghindari sepeda motor itu. Tetapi akibat kecepatan tinggi, sopir prona tidak bisa menguasai laju kendaraan dan menabrak toko ban “diduga kuat sopir Prona tersebut tidak dapat menghindari sepeda motor dan langsung menabrak sepeda motor tersebut.

Setelah menabrak sepeda motor, prona ini oleng ke kanan menabrak toko ban Bintang Jaya lalu terguling” kata Kanit Laka Polres Salatiga Ipda Meysal di tkp.

Kanit Laka Ipda Meysal saat diwawancarai Rasika

Sementara itu akibat laka ini dinding toko yang ditabrak sampai ambrol. Sedikitnya 7 orang luka, mereka adalah penumpang prona dan langsung dilarikan ke RSUD Salatiga. ( rief)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana