URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras yang mengguyur wilayah Salatiga Sabtu ( 21/1) siang sampai sore mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi serta tanah longsor.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hujan Lebat di Salatiga Akibatkan Banjir dan Tanah Longsor

Hujan Lebat di Salatiga Akibatkan Banjir dan Tanah Longsor

Hujan Lebat di Salatiga Akibatkan Banjir dan Tanah Longsor

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Salatiga Sabtu ( 21/1) siang sampai sore mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi serta tanah longsor.

Pantauan Rasika FM, Sejumlah lokasi yang dilanda banjir akibat meluapnya sungai terjadi di Jetis ( dekat Hotel Palapa), kampung Kalioso, kampung Margosari, Kota Baru, Pancuran, Pasar Shoping dan Pasar Raya 1.

Tidak hanya banjir, hujan deras juga menyebabkan tanah di longsor di daerah Sawo, Kelurahan Bugel Salatiga. Empat rumah warga terkena longsoran di Sawo hingga mengakibatkan kerusakan.

Banjir terjadi di daerah kampung Jetis akibat meluapnya sungai kecil di daerah itu. Bahkan saking derasnya arus, sebuah sepeda motor Scopy milik warga kintir saat diparkir di pinggir jalan. Sepeda motor hanyut ke sungai.
“ Hujannya memang deras sekali, hingga sungai kecil di kampung meluap dengan air yang deras. Ada sebuah motor yang diparkir kintir akibat terjangan banjir akibat meluapnya sungai. Terjangan banjir juga mengakibatkan tembok pembatas antara sungai dan jalan juga ambrol,” kata Astuti (53) warga Jetis.

Ditambahkan Astuti, banjir akibat meluapnya sungai di kampungnya berlangsung cepat, karena begitu hujan mereda, berangsur-angsur air suangai surut dan tidak meluber ke kampung lagi.” Memang kampung dekat dengan suangi, hanya dipisahkan oleh jalan,” katanya.

Hujan deras sejak siang hingga sore juga menyebakan meluapnya sungai di Pancuran. Akibatnya air luapan sungai itu menerjang deras ke jalan kampung hingga ada yang masuk ke rumah warga.

Banjir akibat meluapnya sungai juga terjadi di daerah Margosari. Karena sungai meluap, maka air sungai pun masuk ke jalanan kampung. “ Karena hujan sangat deras dari siang sampai sore , sungai meluap airnya masuk ke jalan kampung, namun setelah hujan reda, air sungai berangsur surut dan banjirnya pun juga surut,” kata Sulis warga setempat.

Tidak hanya di kampung yang ada sungainya yang mengalami kebanjiran, jalan di Pasar Raya 1 juga kebanjiran, akibat hujan sangat deras yang mengguyur Salatiga. Akibatnya sejumlah pedagang pun menutup lapaknya dan memilih berteduh di tempat yang aman.

Di dalam pasar shoping Salatiga juga kebanjiran akibat meluapnya drainase. Air menggenang hingga di atas mata kaki. Namun demikian pedagang tetap beraktiftas, karena menunggu dagangannya. “ Iya shoping banjir, air meluap masuk ke pasar shoping. Namun setelah hujan reda, berangsur-angsur air menyusut, banjir akibat air meluber,” kata Andi salah seorang pedagang di shoping.

Salah seorang anggota BPBD Salatiga Jarwadi mengatakan, sejumlah lokasi di Salatiga banjir akibat meluapnya sungai. “ Untuk di Jetis, dekat Hotel Palapa, sebuah sepeda motor hanyut ke sungai dan berhasil kita evakuasi. Motor kita temukan di dam/bendungan di sungai itu,” kata Jarwadi.

Dikatakannya, selain banjir ada juga peristiwa tanah longsor di Sawo, Kelurahan Bugel. Longsoran tanah menimpa sejumlah rumah hingga megakibatkan kerusakan. ( rief )

Sejumlah tempat dikota Salatiga yang alami banjir, sabtu 21/1/2023 sore (Video IST)

 

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan