KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hutan Kalijambe Bringin Terbakar, Danramil Himbau Warga Tidak Buang Puntung Rokok Sembaragan

Hutan Kalijambe Bringin Terbakar, Danramil Himbau Warga Tidak Buang Puntung Rokok Sembaragan

Hutan Kalijambe Bringin Terbakar, Danramil Himbau Warga Tidak Buang Puntung Rokok Sembaragan

Petugas gabungan saat berusaha padamkan api di hutan Kalijambe Bringin, (Poto dok Kapten Agung)

Kebakaran lahan terjadi di wilayah Dusun Sugihwaras Desa Kalijambe Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai seluas dua hektare.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengatakan kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (9/7/2022) sekira pukul 19.50 WIB. “Sesuai laporan awal dari saksi mata di lokasi kejadian kemunculan api berasal dari sisa bakar sampah yang merembet dan membakar lahan,” ungkapnya.

Alexander mengatakan karena kondisi angin kencang, warga takut api melebar ke pemukiman dan langsung menghubungi Pemadam Kebakaran Pos Bringin. “Petugas sampai lokasi langsung memadamkan lahan yang terbakar. Juga dilakukan pengecekan dan memastikan kembali lokasi sudah aman, karena yang terbakar lahan dikhawatirkan masih ada titik api,” jelasnya.

Dihubungi terpisah Danramil Bringin Kodim 0714/Salatiga Kapten Inf Agung Kartika mengungkapkan di wilayahnya masih banyak lahan-lahan kosong yang rawan kebakaran. “Di musim yang cenderung kering seperti saat ini memang kerawanan kebakaran semakin tinggi, sehingga kita mengintensifkan patroli ke masyarakat dan lahan untuk selalu menjaga lingkungan,” paparnya.

Suasana pemadaman api

Agung juga mengimbau masyarakat supaya menjaga hutan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Juga jangan membakar sampah sembarangan. Tunggui hingga api benar-benar padam agar tidak terjadi bencana kebakaran, karena ada titik api sedikit saja bisa menyebabkan kebakaran besar dan bisa merembet ke permukiman,” kata dia.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]