KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

IHR Serie, King Argentine Hidupkan Peluang Ciptakan Sejarah Triple Crown di Indonesia

IHR Serie, King Argentine Hidupkan Peluang Ciptakan Sejarah Triple Crown di Indonesia

IHR Serie, King Argentine Hidupkan Peluang Ciptakan Sejarah Triple Crown di Indonesia

Kuda King Argentine membuka peluang besar meraih gelar Triple Crown 2025 setelah menjuarai kelas 3 Tahun Derby Triple Crown Serie 2 dalam ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) – Triple Crown Serie 2 2025 yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, pada Minggu, 18 Mei 2025. King Argentine, yang sebelumnya juga menang di Serie 1 bulan April, kini menjadi kandidat kuat untuk menjuarai Kejurnas Seri 1 Indonesia Derby pada Juli dan berpeluang mencatat sejarah sebagai kuda ketiga yang meraih gelar Triple Crown di Indonesia.
Foto dok IST
Ajang IHR Triple Crown Serie II 2025 dilapangan pacuan kuda Tegalwaton Tengaran

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Kuda King Argentine menghidupkan peluang meraih gelar Triple Crown 2025 setelah memenangkan kelas 3 Tahun Derby Triple Crown Serie 2 pada gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) – Triple Crown Serie 2 2025, yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu 18.5.2025.

Setelah memenangkan Triple Crown Serie 1 bulan April lalu dan kemudian Serie 2, King Argentine menjadi favorit untuk memenangkan Kejurnas Seri 1 Indonesia Derby pada Juli mendatang, dan mencetak sejarah menjadi kuda ketiga peraih gelar Triple Crown di Indonesia.
Dalam sejarahnya, hanya ada dua kuda saja yang pernah memenangkan gelar Triple Crown, melalui kemenangan atas tiga kejuaraan pacuan kuda utama dalam tahun yang sama, yaitu pada tahun 2002 dan 2014.

CEO dan Co-Founder SARGA.CO, Aseanto Oudang, menyatakan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan dan menyebut momentum ini sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional. “Kami berterima kasih atas antusiasme publik dan berharap pacuan kuda semakin diminati sebagai hiburan sekaligus bidang berprestasi,” ujarnya.

Kejuaraan ini diikuti 140 kuda yang berlaga di 18 kelas dengan total hadiah Rp425 juta. Sebanyak 64 kuda berhasil meraih posisi podium. Kelas bergengsi 3 Tahun Derby diikuti 12 kuda dengan total hadiah Rp100 juta, dan dimenangkan oleh King Argentine.

Pihaknya menambahkan daya tarik melalui hadiah gimmick bagi penonton, sebagai bagian dari kampanye edukatif bertajuk “The Race of Rising Stars”. VP Marketing & Operation, Kevin Jonathan Van Houten, menyatakan langkah ini ditujukan untuk memperkenalkan pacuan kuda sebagai gaya hidup dan bentuk hiburan baru di tengah masyarakat.

Setelah sukses di Tegalwaton, seri berikutnya akan digelar di Bantul, DI Yogyakarta, pada Juni dan Juli. Kejuaraan pada bulan Juli akan menjadi penentu gelar Triple Crown 2025.

Kevin Jonathan Van Houten

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]