URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kolam renang Kalitaman di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengalami penutupan sementara sebagai dampak dari kecelakaan tenggelam yang menyebabkan kematian seorang bocah berusia 8 tahun pada Sabtu (13/1/2024). Kasat Reskrim Polres Salatiga, AKP Arifin Suryani, mengkonfirmasi bahwa penutupan dilakukan untuk menjaga keamanan dan memfasilitasi proses penyelidikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Imbas Kejadian Anak Tenggelam, Kolam Renang Kalitaman di Tutup Sementara

Imbas Kejadian Anak Tenggelam, Kolam Renang Kalitaman di Tutup Sementara

Imbas Kejadian Anak Tenggelam, Kolam Renang Kalitaman di Tutup Sementara

Kolam renang Kalitaman di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, mengalami penutupan sementara sebagai dampak dari kecelakaan tenggelam yang menyebabkan kematian seorang bocah berusia 8 tahun pada Sabtu (13/1/2024). Kasat Reskrim Polres Salatiga, AKP Arifin Suryani, mengkonfirmasi bahwa penutupan dilakukan untuk menjaga keamanan dan memfasilitasi proses penyelidikan.
Foto dok IST
Polisi sedang cek tkp dikolam renang Kalitaman pasca anak tenggelam
featured-img

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Kolam renang Kalitaman yang berada di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga,Jawa Tengah, ditutup sementara. Penutupan ini menjadi dampak setelah terjadinya peristiwa bocah berusia 8 tahun yang tenggelam dan meninggal dunia di Kolam Renang Kalitaman pada Sabtu (13/1/2024) lalu.

Saat dikonfirmasi media, Kasat Reskrim Polres Salatiga, AKP Arifin Suryani menyebut, untuk menjaga keamanan dan proses penyelidikan, Kolam Renang Kalitaman terpaksa sementara waktu ditutup. Dia belum bisa memastikan sampai berapa hari kolam renang itu ditutup.

“Sementara [kolam renang] kami tutup dulu,” terang AKP Arifin.

Terkait dugaan kelalaian pihak pengelola atas meninggalnya bocah yang tenggelam itu, kata Kasat Reskrim, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap sejumlah saksi.

“Dugaan kelalaian baru kami lidik, klarifikasi ke masing-masing pihak yang bertanggung jawab. Untuk kesimpulan belum kami dapatkan,” terang dia.

Sebelumnya diberitakan, Peristiwa tragis terjadi di Kolam Renang Kalitaman, Kota Salatiga, Sabtu (13/1/2024) siang. Seorang bocah berusia 8 tahun berinisial DF, warga Sidorejo, Salatiga, mengalami kecelakaan air tenggelam saat berenang di Kolam Renang Kalitaman.

Kasi Humas Polres Salatiga, Iptu Henri Widyoriani, mengatakan kejadian tenggelamnya bocah berusia 8 tahun itu berawal saat korban dan temannya berenang di kolam renang tesebut pada pukul 12.00 WIB.

“Korban sempat diselamatkan dengan cara ditarik ke tepian oleh pengunjung kolam renang. Ia tenggelam di kedalaman sekitar 1,2 meter,” ujar Iptu Henri.

BACA JUGA :

Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved