URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DP (13), seorang anak laki-laki dari Desa Ngadikerso, Sumowono, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas saat bermain di Curug 7 Bidadari pada Minggu, 18 Agustus 2024. Korban bersama dua temannya tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB dan bermain air di sekitar jembatan curug.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terseret Arus Palung Sungai, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Curug 7 Bidadari Sumowono

Terseret Arus Palung Sungai, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Curug 7 Bidadari Sumowono

Terseret Arus Palung Sungai, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Curug 7 Bidadari Sumowono

Petugas melakukan evakuasi terhadap jenazah DP (13) yang tenggelam di Curug 7 Bidadari, Minggu (18/8/2024). Foto: Humas Polres Semarang
Petugas melakukan evakuasi terhadap jenazah DP (13) yang tenggelam di Curug 7 Bidadari, Minggu (18/8/2024). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – DP (13), seorang bocah laki-laki asal Desa Ngadikerso, Sumowono, Kabupaten Semarang ditemukan tak bernyawa saat bermain di Curug 7 Bidadari Sumowono, Minggu (18/8/2024).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sumowono AKP Fatchurrohman mengatakan, korban berangkat ke lokasi bersama 2 temannya sekira pukul 08.00 WIB. Mereka sampai di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB dan langsung bermain air di sekitar jembatan curug.

“Pukul 10.00 WIB mereka memutuskan untuk berenang ke curug,” kata dia dalam keterangannya, Senin (19/8/2024).

Saat berenang, menurut keterangan 2 rekannya yang lain, korban terpeleset dan masuk ke dalam sungai yang diduga terdapat palung sedalam kurang lebih 6 meter. Melihat kondisi korban tersebut, kedua rekannya sempat meminta tolong kepada orang yang ada di sekitar lokasi.

“Pengelola wisata yang berada di lokasi sempat masuk ke dalam sungai untuk menolong korban. Namun karena derasnya arus palung sungai, ia naik ke daratan sehingga usahanya tidak membuahkan hasil,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, pihak pengelola wisata langsung menghubungi Polsek Sumowono dan BPBD Kabupaten Semarang untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Sekitar pukul 10.30 WIB, tim pencarian yang terdiri dari timsar BPBD bersama personel Koramil dan Polsek Sumowono, serta warga berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi korban terpeleset.

“Ditemukan di dasar sungai dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya.

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Sumowono untuk dilakukan pemeriksaan. Didapatkan hasil awal di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Atas permintaan pihak keluarga dengan menuliskan surat pernyataan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Aksi tiga remaja yang mengeluarkan separuh badan dari jendela mobil saat melaju di ruas Tol Semarang-Solo viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di KM 430 wilayah Kabupaten Semarang itu berujung penindakan tilang oleh personel Patroli Jalan Raya (PJR). Selain dikenai sanksi tilang, para pelaku juga diminta membuat video permintaan maaf dan menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya karena aksi tersebut dinilai membahayakan keselamatan.
Viral Remaja Keluar dari Jendela Mobil di Tol Semarang-Solo, Tiga Pemuda Ditilang dan Minta Maaf

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah