KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Berdalih Bisa Berenang, Masih Ada Nelayan Nekat Cari Ikan di Rawapening Tanpa Pelampung

Berdalih Bisa Berenang, Masih Ada Nelayan Nekat Cari Ikan di Rawapening Tanpa Pelampung

Berdalih Bisa Berenang, Masih Ada Nelayan Nekat Cari Ikan di Rawapening Tanpa Pelampung

[@]Tragedi tenggelamnya dua orang nelayan di Danau Rawapening, Kabupaten Semarang pada Minggu (5/3/2023), turut mengundang keprihatinan berbagai pihak. Peristiwa itu tidak seharusnya terjadi jika para nelayan yang hendak pergi mencari ikan memperhatikan faktor keselamatan.

Seperti yang diungkapkan oleh relawan SAR Bumi Serasi (Buser) Koko Qomarullah, masih terdapat sejumlah nelayan yang abai terhadap keselamatan diri. Misalnya tidak mengenakan jaket keselamatan (life jacket) saat mencari ikan.[irp posts=”54586″ ]

“Kebanyakan alasannya karena bisa berenang, sehingga masih ada yang menyepelekan dengan tidak memakai life jacket,” ujarnya usai acara penyerahan bantuan life jacket dan paket sembako oleh Polres Semarang kepada pelaku wisata air dan nelayan di Kampoeng Rawa, Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (8/3/2023).

Atas hal itu, ia meminta kepada petugas kepolisian untuk ikut membantu mengedukasi para nelayan terkait pentingnya sarana keselamatan ketika hendak mencari ikan. Terutama bagi para nelayan yang tidak tergabung dalam paguyuban.

“Kalau yang tergabung paguyuban setiap satu bulan sekali ada pertemuan, lebih gampang sosialisasinya. Nah yang cari ikan sendiri-sendiri ini memang agak susah. Oleh karena itu kami mohon dibantu sosialisasi demi menekan kecelakaan air,” ungkapnya.

Wakapolres Semarang Kompol Sigit Ari Wibowo menyampaikan, pemberian bantuan life jacket kepada nelayan dan pelaku wisata air merupakan program Polda Jawa Tengah yakni Ikan Selayar (Ikut Andil Keselamatan Berlayar).

“Tujuannya untuk menekan fatalitas kecelakaan di perairan. Jangan sampai timbul korban jiwa seperti yang terjadi di Waduk Kedungombo tahun 2021 lalu, di mana 9 orang meninggal dunia akibat tenggelam,” tuturnya.

Sementara General Manager Kampoeng Rawa Simon menerangkan pihaknya secara disiplin mewajibkan penumpang perahu wisata untuk mengenakan life jacket sebelum berlayar.

“Ini sudah jadi SOP dan wajib dilaksanakan, sehingga jika ada yang tidak mengenakan maka pasti kami larang naik perahu wisata,” jelasnya.

Pun demikian dengan operator perahu wisata. Pihaknya secara tegas menerapkan sanksi jika ada yang kedapatan tidak mengenakan sarana keselamatan saat mengemudikan perahu.

“Bisa kami berhentikan, atau skors selama satu bulan untuk tidak mengoperasikan perahu,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7 derajat Celsius dengan kelembapan 75 persen. Hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan bagian tengah dan sekitarnya, sementara risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
06 Oktober 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Pegunungan Jawa Tengah
Urban Steak di Karangpete, Benoyo, Salatiga, menawarkan sajian steak bergaya western street food dengan penyajian menyerupai restoran. Berdiri hampir tiga tahun, usaha milik Ery Setiawan ini menghadirkan olahan ayam dan daging sapi dengan harga mulai sekitar Rp20.000, serta melayani pelanggan langsung di lokasi maupun pesanan untuk acara privat.
Urban Steak Salatiga, Sajian Western dengan Konsep Kuliner Jalanan
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]