URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jalan yang menuju ke Dusun Karangkepoh, Desa Bakalrejo Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang dicor dan dilebarkan 2,5 meter dengan panjang 700 meter pada Agustus 2021. Sebelumnya kawasan jalan di dusun itu merupakan jalan setapak yang telah dilewati warga sejak puluhan tahun lalu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Infrastuktur Jalan di Bakalrejo Mulus, Warga Semakin Mudah Dalam Mencari Fulus

Infrastuktur Jalan di Bakalrejo Mulus, Warga Semakin Mudah Dalam Mencari Fulus

Infrastuktur Jalan di Bakalrejo Mulus, Warga Semakin Mudah Dalam Mencari Fulus

featured-img

UNGARAN – Raut wajah Galang Pramudhita 18 tahun, Pelajar SMK di Tengaran begitu ceria saat ia akan berangkat sekolah, Jumat (7/10/2022).

Hal itu terjadi setelah jalan yang menuju ke Dusun Karangkepoh, Desa Bakalrejo Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang dicor dan dilebarkan 2,5 meter dengan panjang 700 meter pada Agustus 2021. Sebelumnya kawasan jalan di dusun itu merupakan jalan setapak yang telah dilewati warga sejak puluhan tahun lalu.

Pembangunan jalan kampung itu dengan cara dicor dengan menggunakan dana provinsi Jawa Tengah 2021.

Sebelumnya warga masyarakat di Dusun Karangkepoh, Karangsari, Dolog, dan Bakalan kesulitan saat akan melintas. Termasuk saat akan melakukan transportasi ke desa lain di wilayah Susukan dan sebagian wilayah Kabupaten Boyolali mengingat daerah ini merupakan daerah perbatasan.

Kepada rasikafm.com Galang mengaku senang dengan adanya pembangunan jalan di desanya ini.

“Saya senang, karena saat ini untuk transportasi sudah mudah. Bahkan saat ada teman datang ke rumah, saya sudah tidak malu lagi karena jalannya sudah bisa dilewati mobil,” paparnya.

Selain Galang, keberadaan jalan yang semakin mulus ini juga dirasakan manfaatnya oleh petani sekitar desa, karena mereka semakin mudah saat mengantar hasil panen.

“Maturnuwun pak Gubernur dalanne sampun dicor alus (terima kasih Pak Gubernur, jalannya sudah dicor halus),” ujar Slamet, salah seorang petani di Dusun Bakalan.

Secara umum, masyarakat Bakalrejo berterima kasih dengan adanya program pembangunan infrastruktur dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama 8 tahun terakhir.

Sementara, Sekdes Bakalrejo Muhammad Nastain mengatakan jika pembangunan jalan sepanjang 700 meter di kawasan Karangkepoh tersebut menghubungkan desa sekitar Bakalrejo, termasuk wilayah Kecamatan suruh dan Kabupaten Boyolali.

“Pemerintah Desa Bakalrejo sudah lama merencanakan pembangunan jalan tersebut, Namun baru terealisasi pada 2021 lalu melalui program peningkatan infrastuktur Gubernur Jawa Tengah,” terangnya.

Senada dengan Nastain, Kepala Desa Bakalrejo, Abdullah menyampaikan pihaknya sangat memperhatikan pembangunan di wilayah desanya. Apalagi saat ini sejumlah anggaran pembangunan dari pemerintah provinsi sudah turun di wilayah Bakalrejo, seperti program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), Jateng Gayeng, talud dan infrastuktur lainnya.

“Semua program tersebut ditujukan untuk kesejahteraan rakyat yang ada di desa Bakalrejo,” tandasnya.

Seperti diketahui, Desa Bakalrejo merupakan sebuah desa di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Terletak di perbatasan antara Kabupaten Semarang dengan Kabupaten Boyolali. Terdiri dari empat dusun yaitu Karangkepoh, Karangsari, Dolog, dan Bakalan. Mata pencaharian mayoritas masyarakat di sana adalah petani. Sebagian wilayah persawahan sudah menggunakan sistem irigasi dari Bendung Dolog, sedangkan di beberapa wilayah masih mengandalkan sistem tadah hujan. Komoditas utama adalah padi, jagung, singkong, dan kerajinan anyaman bambu. (win)

 

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon