KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Insentif Gagal Cair, Guru PAUD di Salatiga Sambat Kesejahteraan

Insentif Gagal Cair, Guru PAUD di Salatiga Sambat Kesejahteraan

Insentif Gagal Cair, Guru PAUD di Salatiga Sambat Kesejahteraan

Ribuan guru dan tenaga kependidikan non-ASN di Salatiga berduka setelah insentif kesejahteraan 2026 dipastikan tidak dianggarkan. Kebijakan ini berdampak pada pendidik PAUD dan sekolah lain di Salatiga sejak awal Januari 2026, memicu kekecewaan karena penghasilan mereka sangat bergantung pada insentif tersebut yang kini dihentikan melalui surat edaran Dinas Pendidikan.
Foto dok IST
Suasana pembelajaran PAUD Nusa Indah 02, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Awal tahun ribuan gurun non-ASN di Salatiga berduka, Pasalnya kabar kurang menyenangkan datang dari dunia pendidikan di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Anggaran insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN pada Tahun Anggaran 2026 dipastikan tidak dianggarkan. Kondisi tersebut membuat para pendidik non-ASN di Salatiga merasa khawatir dan kecewa.

Salah satunya dialami Kepala Pos Pendidikan Anak Usia Dini (Pos PAUD) Nusa Indah 02, Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Rizka Fitriarini. Ia bersama rekan-rekannya mengaku sedih atas kabar tidak cairnya dana insentif kesejahteraan yang selama ini sangat membantu kebutuhan hidup para pendidik.

“Kalau dari insentif itu memang kami sangat mengandalkan. Besarnya Rp500.000 per bulan. Kalau itu tidak ada, kami hanya mendapat gaji dari SPP siswa, yaitu Rp75.000 per bulan,” ujar Rizka.

Ia menjelaskan gaji Rp75.000 per bulan tersebut berasal dari SPP siswa sebesar Rp30.000 per bulan. Dana itu tidak hanya digunakan untuk menggaji empat tenaga pendidik, tetapi juga untuk kebutuhan operasional sekolah.

“Kalau insentif itu tidak ada, kami sangat keberatan. Meskipun jumlahnya terlihat kecil, bagi guru PAUD itu sangat berarti,” katanya.

Hal senada disampaikan guru lainnya, Nur Khasanah. Ia mengungkapkan tidak cairnya insentif kesejahteraan secara langsung berdampak pada pemasukan dan semangat para pendidik dalam menjalankan tugas mengajar.

“Kami dari rumah sudah berniat mendidik anak-anak. Kalau kebutuhan di rumah tidak terpenuhi, bagaimana? Kami sudah menjalankan kewajiban mengajar, tetapi hak kami tidak didapat,” ujarnya.

Nur berharap pemerintah Kota Salatiga dan dinas terkait segera memberikan solusi agar kesejahteraan tenaga pendidik tetap diperhatikan dan hak-hak mereka dapat terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin, belum memberikan tanggapan saat dihubungi terkait solusi atas permasalahan tersebut.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Salatiga memastikan tidak ada anggaran insentif kesejahteraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN pada Tahun Anggaran 2026. Kepastian tersebut tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kota Salatiga yang terbit pada Kamis (8/1/2026).

Rizka Fitriani saat diwaancara wartawan

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
[pekok2]