URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang Hari Raya Iduladha, Supadi (53), seorang peternak sapi dari Dusun Gintungan, Kelurahan Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, semakin intensif merawat sapi-sapinya. Ia ditemui pada Selasa, 20 Mei 2025, di kandang komunal setempat, saat sedang menjalankan perawatan khusus agar ternaknya tetap sehat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Iduladha, Peternak Sapi di Ungaran Barat Rutin Beri Jamu Hewan Ternaknya

Jelang Iduladha, Peternak Sapi di Ungaran Barat Rutin Beri Jamu Hewan Ternaknya

Jelang Iduladha, Peternak Sapi di Ungaran Barat Rutin Beri Jamu Hewan Ternaknya

Peternak sapi di Dusun Gintungan, Gogik, Ungaran Barat sedang memberi pakan ternaknya, Selasa (20/5/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jelang Hari Raya Iduladha, Supadi (53), seorang peternak sapi asal Dusun Gintungan, Kelurahan Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang semakin fokus merawat sapi-sapinya.

Ia mengaku menerapkan perawatan khusus agar hewan ternaknya tetap sehat dan terhindar dari penyakit. “Kebersihan kandang harus dijaga. Jalan utama kandang juga harus bersih, makanannya dijaga, dan setiap tiga bulan saya kasih jamu,” jelasnya ditemui di kandang komunal setempat, Selasa (20/5/2025).

Meski pernah menghadapi kendala penyakit, Supadi berusaha sebisa mungkin menghindari penggunaan obat kimia kecuali dalam kondisi darurat.

“Kalau untuk pencegahan biasanya cukup dengan perawatan alami. Tapi kalau sudah terpojok, kadang terpaksa pakai suntikan,” katanya.

Mendekati Iduladha, ia telah menyiapkan tujuh ekor sapi untuk dijual, dan hingga saat ini sudah empat ekor yang berhasil dilepas ke pembeli.

“Alhamdulillah sekarang sudah empat ekor terjual, tinggal tiga ekor lagi,” ujarnya.

Terkait harga, menjelang Iduladha harga sapi bisa naik hingga dua juta rupiah per ekor dibandingkan hari biasa.

“Kalau hari biasa, sapi umur dua tahun dihargai 20 juta. Kalau mendekati Iduladha bisa sampai 22 juta,” urainya.

Sementara Yohana Diah Haryuni, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dispertanikap Kabupaten Semarang menuturkan, tahun ini pihaknya membentuk kader penyakit hewan menular dengan satu orang petugas setiap desa.

“Totalnya ada 235 petugas yang diharapkan membantu kami dalam memberikan edukasi, informasi ke masyarakat, melaporkan kejadian kasus (penyakit) apabila mendapat informasi dari masyarakat sekitarnya ke petugas kesehatan hewan,” paparnya.

Yohana menyebut, upaya yang dilakukan untuk mencegah penyakit hewan ternak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) adalah dengan vaksinasi dan pengawasan ternak yang masuk pasar hewan.

“Selain itu pemeriksaan dan pengobatan serta pelaporan hewan yang terindikasi PMK dan LSD,” tambahnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Dispertanikap Kabupaten Semarang per Senin (19/5/2025) terdapat 7 ekor sapi terindikasi PMK yang berasal dari Kecamatan Ambarawa. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved