URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil terjadi di Kota Semarang pada Januari 2026 yang mencapai 16,97 persen secara tahunan, didorong peningkatan penjualan makanan, suku cadang, serta barang rekreasi, seiring naiknya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan persiapan menyambut Idulfitri.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Lebaran, Penjualan Ritel di Semarang Melonjak Dua Digit

Jelang Lebaran, Penjualan Ritel di Semarang Melonjak Dua Digit

Jelang Lebaran, Penjualan Ritel di Semarang Melonjak Dua Digit

Ilustrasi/.Dok
featured-img

Kinerja perdagangan ritel di Kota Semarang menunjukkan tren positif pada awal 2026. Pada Januari 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat tumbuh 16,97 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penjualan pada sejumlah kelompok barang. Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 36,14 persen, disusul Suku Cadang dan Aksesoris yang tumbuh 25,85 persen, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau yang meningkat 25,78 persen.

Secara bulanan (month to month/mtm), kinerja penjualan eceran juga mengalami peningkatan signifikan. IPR pada Januari 2026 tercatat tumbuh 19,21 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,69 persen.

Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya penjualan pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tumbuh 28,82 persen, diikuti Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 13,48 persen, serta Peralatan Informasi dan Komunikasi yang meningkat 2,74 persen.

Tren pertumbuhan ini diperkirakan masih akan berlanjut pada Februari 2026. Secara tahunan, penjualan eceran diprakirakan meningkat 10,14 persen (yoy), ditopang oleh pertumbuhan pada Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 31,57 persen, Suku Cadang dan Aksesoris sebesar 21,39 persen, serta Subkelompok Sandang yang diperkirakan tumbuh 19,37 persen.

Sementara secara bulanan, penjualan eceran diproyeksikan meningkat 11,25 persen (mtm). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 16,91 persen, Subkelompok Sandang sebesar 7,54 persen, serta Barang Lainnya sebesar 3,46 persen.

Peningkatan penjualan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan serta persiapan menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

BACA JUGA :

Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved