KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jemunak, Makanan Khas Yang Banyak Dicari Warga Untuk Berbuka Puasa di Pasar Bukan

Jemunak, Makanan Khas Yang Banyak Dicari Warga Untuk Berbuka Puasa di Pasar Bukan

Jemunak, Makanan Khas Yang Banyak Dicari Warga Untuk Berbuka Puasa di Pasar Bukan

Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan warga di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang beramai-ramai menuju Pasar Bukan di Dusun Kauman, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Mereka datang ke Pasar Bukan, bukan tanpa alasan. Mereka mencari menu untuk berbuka puasa atau hanya mencari takjil.
Berbagai jajanan serta menu buka puasa ada di sini, mulai dari berbagai macam minuman seperti es degan, mojito, es buah, es campur dan lainnya.

Tidak hanya bermacam-macam minuman saja, melainkan berbagai macam makanan ada juga di sini, seperti pecel, aneka gorengan, jemunak, aneka lauk pauk dan lainnya.

Kepada wartawan, Ketua Karang Taruna Angkatan Muda Kauman Suruh (Amukas), Ananda Rivaldi menjelaskan Pasar Bukan ini berdiri sejak tahun 2006.

“Pasar Bukan itu pasar yang menyediakan menu berbuka puasa. Pasar Bukan ini sudah sejak 2006,” kata Rivaldi Selasa (12/4/2022).

Sementara itu karena bulan Puasa kali ini masih berada di dalam Pandemi covid-19 membuat perekonomian warga menurun, namun demikian kebaradaan Pasar Bukan ini sedikit membantu perekonomian warga Kauman Suruh.

Ketua Amukas saat diwawancarai Media

“Adanya Pasar Bukan ini bertujuan untuk membantu perekonomian di Kauman ini, jadi agar perekonomian mereka jadi lebih baik,” tambahnya

Para pedagang Pasar Bukan mayoritas warga asli Kauman Suruh dengan jumlah 63 pedagang. Para warga banyak yang mencari makanan untuk berbuka puasa di Pasar Bukan. yang paling banyak dicari warga yakni Jemunak.

“Jemunak yakni makanan berasal dari singkong diolah lalu di beri air rebusan gula jawa,” kata Ketua Amukas.

Keberadaan Pasar Bukan ini hanya buka satu tahun sekali yakni di bulan Ramadhan saja.

Selain itu, Pasar Bukan ini sempat mengorder via online makanan serta minumannya.

“Tahun 2020 karena awal masuk pandemi kita sistemnya jual online, jadi para pembeli ordernya lewat whatsapp admin, nanti admin langsung mengkonfirmasi ke para pedagang,” ucapnya.

Mega, salah seorang pembeli menjelaskan ia sering ke Pasar Bukan untuk membeli jajanan puka puasa.

“Saya sering kesini untuk membeli menu berbuka, di sini menunya komplit jadi mau beli apa saja ada,” kata Mega

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]