URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan warga di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang beramai-ramai menuju Pasar Bukan di Dusun Kauman, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jemunak, Makanan Khas Yang Banyak Dicari Warga Untuk Berbuka Puasa di Pasar Bukan

Jemunak, Makanan Khas Yang Banyak Dicari Warga Untuk Berbuka Puasa di Pasar Bukan

Jemunak, Makanan Khas Yang Banyak Dicari Warga Untuk Berbuka Puasa di Pasar Bukan

Menjelang waktu berbuka puasa, ratusan warga di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang beramai-ramai menuju Pasar Bukan di Dusun Kauman, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Mereka datang ke Pasar Bukan, bukan tanpa alasan. Mereka mencari menu untuk berbuka puasa atau hanya mencari takjil.
Berbagai jajanan serta menu buka puasa ada di sini, mulai dari berbagai macam minuman seperti es degan, mojito, es buah, es campur dan lainnya.

Tidak hanya bermacam-macam minuman saja, melainkan berbagai macam makanan ada juga di sini, seperti pecel, aneka gorengan, jemunak, aneka lauk pauk dan lainnya.

Kepada wartawan, Ketua Karang Taruna Angkatan Muda Kauman Suruh (Amukas), Ananda Rivaldi menjelaskan Pasar Bukan ini berdiri sejak tahun 2006.

“Pasar Bukan itu pasar yang menyediakan menu berbuka puasa. Pasar Bukan ini sudah sejak 2006,” kata Rivaldi Selasa (12/4/2022).

Sementara itu karena bulan Puasa kali ini masih berada di dalam Pandemi covid-19 membuat perekonomian warga menurun, namun demikian kebaradaan Pasar Bukan ini sedikit membantu perekonomian warga Kauman Suruh.

Ketua Amukas saat diwawancarai Media

“Adanya Pasar Bukan ini bertujuan untuk membantu perekonomian di Kauman ini, jadi agar perekonomian mereka jadi lebih baik,” tambahnya

Para pedagang Pasar Bukan mayoritas warga asli Kauman Suruh dengan jumlah 63 pedagang. Para warga banyak yang mencari makanan untuk berbuka puasa di Pasar Bukan. yang paling banyak dicari warga yakni Jemunak.

“Jemunak yakni makanan berasal dari singkong diolah lalu di beri air rebusan gula jawa,” kata Ketua Amukas.

Keberadaan Pasar Bukan ini hanya buka satu tahun sekali yakni di bulan Ramadhan saja.

Selain itu, Pasar Bukan ini sempat mengorder via online makanan serta minumannya.

“Tahun 2020 karena awal masuk pandemi kita sistemnya jual online, jadi para pembeli ordernya lewat whatsapp admin, nanti admin langsung mengkonfirmasi ke para pedagang,” ucapnya.

Mega, salah seorang pembeli menjelaskan ia sering ke Pasar Bukan untuk membeli jajanan puka puasa.

“Saya sering kesini untuk membeli menu berbuka, di sini menunya komplit jadi mau beli apa saja ada,” kata Mega

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved