KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jepang Umumkan Rencana Investasi 75 Miliar Dolar AS untuk Ciptakan Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka

Jepang Umumkan Rencana Investasi 75 Miliar Dolar AS untuk Ciptakan Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka

Jepang Umumkan Rencana Investasi 75 Miliar Dolar AS untuk Ciptakan Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka

Fumio Kishida, Perdana Menteri Jepang, mengumumkan rencana terbaru negaranya untuk menciptakan Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas dengan investasi sebesar 75 miliar dolar AS (sekitar Rp1,15 kuadriliun). Investasi tersebut akan membantu perekonomian di seluruh kawasan, mulai dari industri hingga pencegahan bencana.
Rodrigo Reyes Marin/Pool via REUTERS
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara dalam konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 10 Agustus 2022.

Fumio Kishida Perdana Menteri Jepang pada Senin mengumumkan rencana terbaru negaranya demi terciptanya Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas dengan menjanjikan investasi 75 miliar dolar AS (sekitar Rp1,15 kuadriliun).

Melansir laporan dari Antara, dana tersebut disiapkan untuk membantu perekonomian di seluruh kawasan mulai dari industri hingga pencegahan bencana.

Rencana yang diumumkan di New Delhi itu dipandang sebagai upaya Tokyo untuk menjalin kemitraan yang lebih kuat dengan negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara guna melawan dominasi China yang semakin meningkat di kawasan.

Kishida mengatakan rencana baru terkait Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka memiliki empat pilar, yaitu menjaga perdamaian, menangani masalah global baru dalam kerja sama dengan negara-negara Indo-Pasifik, mencapai konektivitas global melalui berbagai platform, dan memastikan keamanan laut lepas dan udara.

Demi mencapai tujuan itu, Kishida menjanjikan 75 miliar dolar AS ke wilayah-wilayah Indo-Pasifik pada 2030 melalui investasi swasta dan pinjaman yen, serta meningkatkan bantuan melalui bantuan dan hibah resmi pemerintah.

“Kami berencana memperluas kerangka kerja sama Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Kishida kepada Dewan Urusan Luar Negeri India.

Dia menekankan kerja sama itu akan mencakup peningkatan konektivitas antarnegara dan kebebasan navigasi, yang berfokus terhadap peningkatan pertahanan dan keamanan maritim di antara negara-negara yang memiliki pandangan serupa.

China telah meningkatkan kekuatan militernya di Indo-Pasifik bahkan secara cepat memodernisasi angkatan laut mereka seraya menggalakkan kebijakan Belt and Road Initiative.

“Jenis konektivitas di mana Anda hanya mengandalkan satu negara melahirkan kerentanan politik,” kata Kishida.

“Kami bertujuan untuk meningkatkan jumlah opsi yang dimiliki setiap negara sehingga mereka dapat mengatasi kerentanan ini dan mencapai pertumbuhan ekonomi lebih lanjut melalui konektivitas,” ujar dia.

Jepang bersama-sama dengan India, Australia, dan AS tergabung dalam aliansi quadrilateral atau yang disebut Quad, yang dibentuk untuk membendung dominasi China.

Sementara itu, China mengecam Quad sebagai aliansi yang memiliki mentalitas Perang Dingin yang menargetkan negara-negara lain.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]