RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Juara Piala Soeratin U-17 Jateng, Tim HBFC Disambut Walikota dan Ratusan ASN di Halaman Pemkot Salatiga

Juara Piala Soeratin U-17 Jateng, Tim HBFC Disambut Walikota dan Ratusan ASN di Halaman Pemkot Salatiga

Juara Piala Soeratin U-17 Jateng, Tim HBFC Disambut Walikota dan Ratusan ASN di Halaman Pemkot Salatiga

Tim Hati Beriman Football Club (HBFC) Salatiga disambut Walikota Salatiga, Yuliyanto di hadapan ratusan ASN dalam upacara di Kantor Walikota Salatiga, Senin (10/1/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, HBFC menjuarai Piala Soeratin U17 Jateng setelah pada final mengalahkan Persiku Kudus dengan 1-0 di stadion Kabupaten Kendal, 5 Januari lalu.

Walikota Salatiga, Yuliyanto merasa bangga atas prestasi yang diraih HBFC . Pada kejuaraan sebelumnya, yaitu Piala Soeratin Jateng 2019, HBFC menjadi juara. Sementara untuk tahun 2020, kejuaraan ditiadakan karena pandemi virus korona.

“HBFC berhak maju ke tingkat nasional mewakili Provinsi Jateng. Saya berharap anak-anak bisa maju terus dan meraih prestasi lebih baik lagi,” kata Yuliyanto.

“Rasa percaya diri, kompak, dan sportif akan menjadi kunci kemenangan dalam olahraga termasuk sepak bola,” katanya.

Wali Kota juga berjanji siap membantu pendanaan HBFC untuk mengarungi kompetisi di tingkat nasional. Bantuan nantinya akan diberikan melaui Dinas Pemuda dan Olahraga Salatiga. namun, mengenai besaran bantuan nanti, pihaknya belum bisa menentukan. Karena smua akan diserahkan kepada dinas terkait.

Sementara itu pelatih HBFC Sri Nandha Yudhi menyampaikan timnya tidak ingin numpang lewat dalam maju ke tingkat nasional nanti yang rencananya diputar awal Februari . Karenanya persiapan mulai sekarang harus dilakukan, termasuk tambal sulam pemain guna melengkapi kekuatan tim.

Muh Haris saat diwawancarai media

“Sebenarnya kekuatan tim sudah baik, hanya kami perlu satu-dua tambal sulam pemian di posisi tertentu. Kami mentargetkan tahun ini bisa empat bisa di tingkat nasional. Tahun lalu, gagal maju ke babak selanjutnya di tingkat nasional. Sisa waktu yang ada ini, kami akan memoles teknik dan sedikit fisik para pemain,” kata Kepala Dusun Tugu Desa Bener Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang ini.

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani