RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut di MT Haryono Semarang, Pemotor Meninggal Alami Luka Parah di Kepala

Kecelakaan Maut di MT Haryono Semarang, Pemotor Meninggal Alami Luka Parah di Kepala

Kecelakaan Maut di MT Haryono Semarang, Pemotor Meninggal Alami Luka Parah di Kepala

Proses evakuasi korban kecelakaan maut di Jalan MT. Haryono atau depan Kampung Gang Suburan, Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang pada Kamis (14/7/2022).

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan MT. Haryono atau depan Kampung Gang Suburan, Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang pada Kamis (14/7/2022) sekira pukul 07.45 WIB.

Akibat insiden lalu lintas ini, korban bernama Stella Enjelina Sukotjo warga Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah di kepala.

“Cedera kepala berat dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUP Kariadi,” ujar Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit.

AKBP Sigit menerangkan, dari keterangan sementara yang didapat di tempat kejadian perkara (TKP), kejadian ini melibatkan tiga pengguna jalan. Masing-masing yakni pertama adalah korban mengendarai sepeda motor Revo warna Hitam bernomor polisi H-3376-OF.

Lalu kedua yaitu Truk Hino warna hijau bernomor polisi H-1449-PF yang dikemudikan oleh Achmadi (58) warga Gayamsari, Kota Semarang. Dan terakhir yaitu pesepeda onthel yang belum diketahui identitasnya lantaran tak ada di lokasi usai kejadian lalu lintas itu.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika korban melaju dari arah Selatan (Bangkong) menuju ke arah Utara (Bubakan ). Sesampai di TKP, korban hendak menyalip truk dari sisi kiri namun ada sepeda onthel yang juga melaju. Lalu karena diduga kurang waspada korban membentur sepeda dan jatuh.

“Korban jatuh ke kanan dan terjadi kecelakaan dengan truk yang melaju searah di sebelah kanannya,” jelasnya.

Usai tertabrak, motor korban mengalami kerusakan pada bagian belakang ringsek dan truk rusak pada roda kiri belakangnya tergores. “Saat ini kejadian tersebut juga masih dalam penanganan,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran