URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kemunculan Drum blek dari kampung Pancuran kota Salatiga, ikut memeriahkan kegiatan jalan sehat dalam rangka rangkaian kegiatan rapat koordinasi Komisariat wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang di gelar di hotel Grand Wahid kota Salatiga. (21-7-2022)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kehadiran Drum Blek Pancuran di Acara Jalan Sehat Rakor APEKSI, Sedot Perhatian Warga Salatiga

Kehadiran Drum Blek Pancuran di Acara Jalan Sehat Rakor APEKSI, Sedot Perhatian Warga Salatiga

Kehadiran Drum Blek Pancuran di Acara Jalan Sehat Rakor APEKSI, Sedot Perhatian Warga Salatiga

Drum Blek Pancuran saat beraksi di acara Apeksi kamis 21 juli 2022 (Poto dok penrem)
Drum Blek Pancuran saat beraksi di acara Apeksi kamis 21 juli 2022 (Poto dok penrem)
featured-img

Kemunculan Drum blek dari kampung Pancuran kota Salatiga, ikut memeriahkan kegiatan jalan sehat dalam rangka rangkaian kegiatan rapat koordinasi Komisariat wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang di gelar di hotel Grand Wahid kota Salatiga. (21-7-2022)

Riasan serta pernak pernik hiasan kostum menghiasi wajah dan pakaian yang dikenakan pemuda pemudi dan remaja serta anak-anak kampung Pancuran, tak ketinggalan pula alat musik yang dipakai sebagian merupakan alat-alat yang tidak biasa digunakan untuk bermusik, namun bisa menghasilkan suara yang bagus, sehingga bisa membuat harmoni dalam alunan musik drum blek tersebut.

Kepala Seksi Teritorial Letkol Arh Nur Sutiyasno, terlihat ikut menyaksikan meriahnya gelaran drum blek tersebut, tak ketinggalan juga Dandim 0714/Salatiga serta Kapolres Salatiga juga ikut menikmati alunan musik drum blek.

Kehadiran Drum Blek Pancuran sedot perhatian publik

Rute jalan sehat tersebut dimulai dari depan hotel Grand Wahid, melewati Pasar Raya Salatiga, sampai dengan masuk pintu gerbang kantor Pemerintah Kota Salatiga

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon