URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Untuk meningkatkan literasi anak-anak usia Sekolah Dasar. Komunitas Senyum Anak Nusantara adakan Sekolah Nusantara di RW 6 Kampung Prampelan, Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo Minggu (17/7)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kehadiran Sekolah Nusantara Kampung Prampelan, Diharapkan Membantu Anak Dalam Pembelajaran Non Formal

Kehadiran Sekolah Nusantara Kampung Prampelan, Diharapkan Membantu Anak Dalam Pembelajaran Non Formal

Kehadiran Sekolah Nusantara Kampung Prampelan, Diharapkan Membantu Anak Dalam Pembelajaran Non Formal

Sejumlah anak saat ikuti pembelajaran non formal di Sekolah Nusantara Kampung Prampelan minggu 17.7.22
Sejumlah anak saat ikuti pembelajaran non formal di Sekolah Nusantara Kampung Prampelan minggu 17.7.22
featured-img

Untuk meningkatkan literasi anak-anak usia Sekolah Dasar. Komunitas Senyum Anak Nusantara adakan Sekolah Nusantara di RW 6 Kampung Prampelan, Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo Minggu (17/7) kemarin.

Kegiatan yang nantinya akan berakhir di bulan Desember depan, dalam sebulan diadakan dua kali pertemuan. Diharapkan berfokus pada pengabbdian ke anak-anak dan membantu dalam proses pembelajaran formal maupun non formal.

“Kita tujuannya untuk menyebarkan senyum anak, Kita juga ingin anak-anak bisa berkembang dan bisa mengekspresikan apa yang menjadi kelebihan mereka,” ujar Ketua Pelaksana Sekolah Nusantara, Hanif Naufal Arif.

Arif mengatakan nantinya di setiap kegiatannya akan menerapkan sistem belajar dan bermain. Agar anak-anak yang ikut tidak cepat merasa bosan. Tidak melulu kegiatan pembelajaran seputar sekolah. Nantinya juga ada outbond untuk menambah motivasi belajar anak-anak.

“Kemudian nanti juga ada pohon harapan. Dimana anak-anak bisa menuliskan harapan mereka kedepannya,” tambahnya.

Sementara itu Ketua PKK RW 6 Kelurahan Blotongan, Dina Lia Ervina, mengatakan, bahwa di RW 6 sebenarnya sudah memiliki Kampung Belajar Bersama sebelum pandemi. Selama pandemi pelaksana Kampung Belajar memaksimalkan kegiatannya bersama karang taruna sebagai fasilitator.

“Kegiatan kami sudah terjadwal seminggu tiga kali. Dimana anak-anak bisa datang untuk belajar bersama,” katanya.

Selain mendampingi untuk menyelesaikan tugas sekolah, pihaknya juga memberikan pembelajaran dalam bentuk skill. Seperti bagaiman cara berkomunikasi dengan baik dan meningkatkan kemampuan memori anak.

“Kita juga ada kegiatan susur kampung untuk anak-anak agar dapat mengetahui potensi yang ada di lingkungan sekitar,” lanjutnya.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan