URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 untuk anggota DPR RI dan DPRD Jateng di Kabupaten Semarang telah dimulai. Sebanyak 250 tenaga dari masyarakat umum terlibat dalam kegiatan ini. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, menjelaskan bahwa proses tersebut dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pukul 16.00 WIB, dengan waktu istirahat selama 1 jam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kejar Tayang, Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Mulai Dilipat

Kejar Tayang, Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Mulai Dilipat

Kejar Tayang, Surat Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Mulai Dilipat

Surat suara Pemilu Legislatif 2024 Kabupaten Semarang untuk anggota DPR RI dan DPRD Jateng mulai disortir dan dilipat di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Rabu (3/1/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Surat suara Pemilu 2024 untuk anggota DPR RI dan DPRD Jateng di Kabupaten Semarang mulai disortir dan dilipat. Sebanyak 250 tenaga yang berasal dari masyarakat umum terlibat di dalamnya.

Berdasarkan penuturan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Bambang Setyono, proses sortir dan lipat surat suara ini dimulai hari ini sejak pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00 WIB dengan waktu istirahat selama 1 jam.

“Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima orang,” kata Bambang ditemui di sela kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (3/1/2024).

Dijelaskan Bambang, mereka yang bertugas menyortir dan melipat surat suara ini tidak diperkenankan membawa barang apapun. Termasuk tas, handphone, makanan dan sebagainya. Sebagai fungsi pengawasan, pihaknya melibatkan 15 personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari daerah pemilihan 1 (Bergas, Ungaran Barat, dan Ungaran Timur).

“Hal itu sesuai peraturan KPU RI, tujuannya agar tidak ada surat suara yang rusak akibat kesalahan tenaga sortir dan lipat,” ungkapnya.

Ditanya soal target, Bambang melanjutkan, tidak ada patokan harus menyelesaikan berapa lembar dalam satu harinya. Hal itu cukup beralasan sebab menurutnya proses sortir membutuhkan kecermatan.

“Kita mengalir saja, yang penting dicermati betul sebelum dilipat. Untuk jumlahnya nanti sore baru bisa diketahui, bisa jadi indikator dalam sehari rata-rata dapat sekian lembar,” jelasnya.

Dari proses sortir dan lipat pada hari pertama ini, sudah ditemukan sejumlah surat suara yang rusak. Kerusakan lebih disebabkan adanya warna tinta yang tidak merata dan sobek pada beberapa bagian.

“Mungkin dari percetakannya, sehingga ada tinta yang ngeblok. Tapi jumlahnya sangat sedikit, tidak terlalu signifikan,” urainya.

Bambang menambahkan, sortir dan lipat surat suara tahap pertama ini ditargetkan rampung pada Rabu (10/1/2024). Setelahnya akan langsung disambung dengan sortir dan lipat surat suara untuk Pemilu DPRD Kabupaten Semarang, DPD, dan Pilpres.

“Kita sudah koordinasi dengan KPU Jateng terkait proses pengiriman surat suara yang hingga saat ini belum sampai. Intinya kejar tayang karena waktu pencoblosan sudah mepet,” beber dia. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved