URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kelompok Tani Ternak (KTT) Sido Makmur Gunungpati, Kota Semarang, memenangkan lomba KTT sapi perah di Jawa Tengah, mengungguli pesaing dari Boyolali dan Banyumas. Prestasi luar biasa ini menarik perhatian Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang mengapresiasi keterbatasan lahan mereka. Dengan pengembangan pertanian dan peternakan terpadu, KTT Sido Makmur telah menunjukkan kesiapan mereka sebagai sentral susu dan produk olahan susu di kota tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Gunungpati Raih Juara Lomba KTT Sapi Perah Jateng

Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Gunungpati Raih Juara Lomba KTT Sapi Perah Jateng

Kelompok Tani Ternak Sido Makmur Gunungpati Raih Juara Lomba KTT Sapi Perah Jateng

Kelompok Tani Ternak (KTT) Sido Makmur Gunungpati, Kota Semarang, memenangkan lomba KTT sapi perah di Jawa Tengah, mengungguli pesaing dari Boyolali dan Banyumas. Prestasi luar biasa ini menarik perhatian Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang mengapresiasi keterbatasan lahan mereka. Dengan pengembangan pertanian dan peternakan terpadu, KTT Sido Makmur telah menunjukkan kesiapan mereka sebagai sentral susu dan produk olahan susu di kota tersebut.
Foto: Dok/IST
Tim dari Pemkot Semarang saat meninjau Kelompok Tani Ternak (KTT) Sido Makmur Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
featured-img

Semarang – Kelompok Tani Ternak (KTT) Sido Makmur Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, telah memenangkan lomba kelompok tani ternak kategori sapi perah tingkat provinsi Jawa Tengah. Mereka mengungguli KTT dari Kabupaten Boyolali dan Banyumas yang sudah terkenal dengan komoditas sapi perahnya sebelumnya.

Prestasi yang diraih oleh KTT Sido Makmur tidak hanya membanggakan anggota kelompok, tetapi juga menarik perhatian Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Wali Kota menyampaikan rasa bangga dan syukurnya terhadap pencapaian tersebut. Meskipun menghadapi keterbatasan lahan, KTT Sido Makmur membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain yang memiliki komoditas lebih besar.

“Tentunya ini satu hal yang luar biasa. Kota Semarang sebagai kota metropolitan, namun bisa meraih juara, bahkan mengalahkan Kabupaten Boyolali dan Banyumas yang kita tahu merupakan sentra sapi. Jadi prestasi ini patut kita syukuri,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut.

Sementara itu, Hernowo Budi Luhur selaku Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang menjelaskan perihal kunci dari keberhasilan KTT Sido Makmur meraih juara adalah bergerak bersama. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana Dinas Pertanian Kota Semarang dengan berbagai stakeholder bersama-sama mengembangkan KTT Sido Makmur agar menjadi sentral penghasil susu maupun olahan dari susu.

“KTT Sido Makmur memiliki sejumlah potensi pertanian dan peternakan terpadu yang meliputi kegiatan pengolahan peternakan wisata dan agribisnis. Sejak tahun 2022 Dinas Pertanian kota Semarang bersama sejumlah stakeholder seperti perguruan tinggi dan swasta, mengembangkan kelompok tani ternak ini sebagai penghasil susu dan olahan susu seperti keju hingga wisata edukasi Green Faresh Farm (GFM),” ujar Hernowo.

Lebih lanjut, dirinya berkomitmen akan terus berupaya untuk mempertahankan prestasi tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh seluruh KTT di Kota Semarang. “Ke depan Dinas Pertanian kota Semarang akan terus meningkatkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh seluruh kelompok tani ternak yang ada di Kota Semarang secara terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan peternak,” tandasnya.

Keunggulan dari KTT Sido Makmur sendiri antara lain memiliki kandang komunal, produksi susu rempah dan susu pasteurisasi, ada alat pasteurisasi untuk mengolah susu segar sehingga menjadi tahan lama, GFF (Green Faresh Farm) sebagai wisata edukasi yang dilengkapi dengan kolam terapi, memiliki tempat workshop untuk kegiatan-kegiatan kelompok seperti pertemuan dan pelatihan, memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi biogas yang digunakan untuk memasak, sebagian kebutuhan listrik kandang diperoleh dengan menggunakan panel surya, dan memiliki media sosial seperti Instagram sebagai sarana promosi dan pemasaran.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon