[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Kenakan Pakaian Tradisional Paguyuban Widiani UIN Salatiga Gelar Upacara HUT ke-80 RI

Kenakan Pakaian Tradisional Paguyuban Widiani UIN Salatiga Gelar Upacara HUT ke-80 RI

Kenakan Pakaian Tradisional Paguyuban Widiani UIN Salatiga Gelar Upacara HUT ke-80 RI

Paguyuban Widiani UIN Salatiga Khidmat Ikuti Upacara Kemerdekaan Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Paguyuban Widiani Universitas Islam Negeri Salatiga yang terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan perwakilan mahasiswa mengikuti Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8). Peserta mengenakan pakaian tradisional dan mengikuti upacara dengan khidmat di halaman Gedung KH. Hasyim Asyari Kampus III.

“Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada hari ini kita dapat bersama-sama merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam suasana yang khidmat dan penuh rasa syukur,” ujar Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy membacakan sambutan Wali Kota Salatiga.

Selanjutnya, Wali Kota Salatiga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk para insan pendidikan yang telah mengisi kemerdekaan dengan memberikan kontribusi terbaik, “Terima kasih kepada pelajar, mahasiswa, dan insan pendidikan atas semangatnya dalam memberikan prestasi dan karya terbaiknya.”

Pada kesempatan tersebut, diserukan pula ajakan untuk melanjutkan tugas serta tanggung jawab masing-masing guna membangun Indonesia khususnya Kota Salatiga yang makmur dan sejahtera. Upacara diakhiri dengan penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 30 PNS di lingkungan UIN Salatiga serta hadiah lomba peringatan HUT ke-80 RI yang telah diadakan sebelumnya.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px