KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kendaraan Dinas Diduga untuk Berkampanye, Pemkab Semarang Lakukan Penelusuran

Kendaraan Dinas Diduga untuk Berkampanye, Pemkab Semarang Lakukan Penelusuran

Kendaraan Dinas Diduga untuk Berkampanye, Pemkab Semarang Lakukan Penelusuran

Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto. Foto: IST/dok

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah foto yang menampilkan sepeda motor pelat merah yang dikendarai seseorang berkaus salah satu pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah marak beredar di media sosial. Tak ayal unggahan ini memantik beragam reaksi warganet yang heran bagaimana ceritanya.

Dilihat dari lokasinya, diketahui pengambilan gambar tersebut terjadi di salah satu ruas jalan raya di Kota Salatiga. Atas hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang turut melakukan penelusuran sebab ditengarai pelat nomor kendaraan sepeda motor NMax tersebut merupakan wilayah Kabupaten Semarang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto menyampaikan, ia mengetahui adanya kendaraan dinas yang kedapatan dikendarai seseorang berkaus pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dari medsos. Terkait hal ini baru ditelusuri perangkat mana yang menggunakan.

“Kami perintahkan BKUD selaku pengelola aset untuk melakukan penelusuran untuk memastikan apakah kendaraan yang dimaksud memang kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, sekaligus mencari tahu siapa penggunanya,” kata Djarot saat dikonfirmasi di Ungaran, Rabu (2/10/2024).

Ia pun turut menyayangkan hal itu bisa terjadi. Apakah karena faktor ketidaktahuan atau faktor yang lain terkait dengan netralitas dan larangan penggunaan kendaraan dinas untuk sarana kampanye.

“Saya pastikan, kendaraan dengan pelat nomor tersebut akan ditelusuri, demikian pula siapa pengguna atau siapa yang bertanggungjawab atas kendaraan dinas tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga juga telah menyikapi persoalan ini. Jajaran pengawas pemilu ini masih menelusuri kemungkinan adanya unsur pelanggaran kampanye. “Kami sedang menelusuri kejadian tersebut,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Salatiga, Dayusman Yunus.

Berdasarkan informasi awal yang didapatkan oleh jajaran Bawaslu Kota Salatiga, pengguna sepeda motor tersebut adalah seorang oknum kepala desa (kades), di wilayah Kabupaten Semarang.

Namun informasi awal tersebut masih akan dikonfirmasi terlebih dahulu oleh Bawaslu Kota Salatiga. “Sekaligus juga untuk mengumpulkan bahan keterangan maupun bukti- bukti yang lain,” jelasnya.

Sebelumnya, unggahan foto akun Handrianus HR di grup Facebook Jaringan Salatiga Liberal (JSL) ramai menjadi perbincangan. Dalam foto tersebut tampak dua orang pengendara berboncengan naik sepeda motor Yamaha NMax plat merah H 6280 XV.

Keduanya berkendara tanpa mengenakan helm dan pembonceng terlihat memakai kaos bertuliskan salah satu pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah di bagian punggung. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
[pekok2]