RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Keresahan Masyarakat Terkait Pemadaman Lampu Saat PPKM Darurat, Polisi Akan Terus Giatkan Patroli

Keresahan Masyarakat Terkait Pemadaman Lampu Saat PPKM Darurat, Polisi Akan Terus Giatkan Patroli

Keresahan Masyarakat Terkait Pemadaman Lampu Saat PPKM Darurat, Polisi Akan Terus Giatkan Patroli

Giat Patroli Satreskrim Polrestabes Semarang Selasa (14/7/2021) malam.

RASIKAFM – Demi menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang, Pemerintah Kota (Pemkot) mengeluarkan beberapa kebijakan salah satunya adalah memadamkan penerangan jalanan umum (PJU) pada saat malam hari.

Hal itu membuat beberapa masyarakat resah lantaran saat pemadaman PJU di malam hari berpotensi dapat menimbulkan aksi kejahatan.

Agus Irwantoro, warga Plombokan, Kecamatan Semarang Utara menilai kebijakan ini mempunyai sisi positif dan negatif.

Sisi positifnya, kata dia, dapat meminimalisir kegiatan yang bisa memicu kerumunan mengingat saat ini masih dalam situasi masa pandemi.

“Untuk sisi negatif kalau ada keperluan untuk keluar menjadi susah karena gelap dan bisa timbul kejahatan-kejahatan seperti dirampok atau dibegal,” pungkasnya.

Dia berharap pihak berwenang tak hanya fokus dalam menangani penyebaran Covid-19 namun juga mengatasi keresahan terkait kebijakan yang dikeluarkan.

“Ya kalau memang harus gitu tentunya wajib giat Patroli dari Polisi. Soalnya meminimalisir kejahatan juga,” tuturnya.

Alex, bukan nama sebenarnya warga Pedurungan mengungkapkan kebijakan dari Pemerintah tersebut dinilai berlebihan.

Apalagi, lanjut dia, Pemerintah sudah mengeluarkan aturan PPKM Darurat salah satunya pedagang harus tutup jam 20.00 WIB dan tidak boleh melayani ditempat.

“Sebenarnya kurang efektif, karena tidak berpengaruh apapun malah menyusahkan masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa yang ingin pandemi ini segera selesai adalah masyarakat. Sedangkan Pemerintah hanya meminta masyarakat berdiam diri dirumah.

“Yang penting prokes, yang berjualan biar berjualan yang bekerja biar bekerja. Makan teratur, minum vitamin bisa dapet semua itu dari mana?. Ya bekerja cari uang buat dapet semua itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana menyebut kebijakan ini adalah upaya Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, masyarakat harus paham terkait aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah. Kemudian, saat ditanya terkait potensi kejahatan dalam pemadaman PJU, pihaknya akan terus melakukan giat patroli rutin untuk memberantas kejahatan.

“Saya rasa tidak resah. Karena itu kan program dari Pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Seyogyanya masyarakat paham untuk tidak keluar rumah,” kata AKBP Indra Mardiana saat dihubungi RASIKAFM, Rabu (14/7/2021).

“Kita akan tetap lakukan patroli rutin, mau itu pemadaman maupun tidak,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px