KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Keterlibatan Multipihak Kunci Membangun Pariwisata di Kabupaten Semarang

Keterlibatan Multipihak Kunci Membangun Pariwisata di Kabupaten Semarang

Keterlibatan Multipihak Kunci Membangun Pariwisata di Kabupaten Semarang

[@]Pembangunan pariwisata di Kabupaten Semarang memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Setidaknya ada lima unsur yang jika disatukan bisa menjadi kekuatan untuk mengembangkan potensi pariwisata.

Kelima unsur itu adalah pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media atau lebih dikenal dengan pentahelix. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FKWKS) dengan tema “Peran Berbagai Pihak dalam Pengembangan dan Kemajuan Pariwisata di Kabupaten Semarang” di The Wujil Resort and Conventions, Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (23/2/2023).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto menyampaikan, setiap unsur dari pentahelix tersebut memiliki peran masing-masing. Unsur pemerintah berperan sebagai penentu kebijakan.

“Misalnya dengan membuat SOP para pelaku wisata,” ungkapnya.

Kemudian peran akademisi, lanjut Heru, adalah sebagai konseptor yang melakukan penelitian, membantu pengelolaan identifikasi potensi, dan peluang pengembangan. Unsur komunitas berisi sekumpulan orang yang memiliki minat sama dan relevan dengan konsep yang sedang dikembangkan.

“Perannya sebagai akselerator yang mempromosikan produk dan layanan yang diproduksi masyarakat,” lanjutnya.

Berikutnya pelaku bisnis berperan membantu mencapai tujuan dalam melakukan proses bisnis menghasilkan nilai tambah dan mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan. Dan yang terakhir unsur media berperan mendukung publikasi promosi produk dan layanan yang dihasilkan masyarakat.

“Media juga berperan penting dalam membangun dari perubahan sosial yang sedang dibangun dalam masyarakat, sehingga akses informasi mudah didapat,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menekankan pentingnya peran media dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Semarang.

“Alam sudah menyediakan banyak hal untuk kita, sumber daya manusianya juga sudah mampu mengelola. Tinggal bagaimana kita menjualnya, salah satunya lewat media,” ujarnya.

Di sisi lain ia mengakui, masih terdapat sejumlah kendala dalam mengembangkan industri pariwisata tersebut. Misalnya pengelolaan yang kurang profesional, fasilitas yang kurang memadai, serta belum adanya slogan ataupun branding yang disepakati untuk ‘menjual’ sektor pariwisata di Bumi Serasi.

“Belum lagi soal regulasi. Pemkab Semarang masih bingung, sebab Perda RTRW masih ‘status quo’. Artinya, pakai Perda yang dulu sudah tidak berlaku, mau pakai yang baru belum ada regulasinya,” paparnya.

Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang Sumardi Darmadji menyampaikan Kabupaten Semarang sebenarnya memiliki ratusan hotel dan restoran. Namun demikian, sebagian besar belum berbintang.

“Sebenarnya tidak masalah, berbintang atau tidak berbintang. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanannya bisa standar atau paling tidak mendekati yang sudah berbintang,” terangnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan mampu membangun iklim investasi di Kabupaten Semarang. Terlebih dengan adanya pembangunan ruas tol Bawen-Yogyakarta.

“Tidak hanya pariwisata, melainkan industri, properti, dan sebagainya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” bebernya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]