RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

H-3 Lebaran , Harga Bahan Pokok di Pasar Kembangsari Merangkak Naik

H-3 Lebaran , Harga Bahan Pokok di Pasar Kembangsari Merangkak Naik

H-3 Lebaran , Harga Bahan Pokok di Pasar Kembangsari Merangkak Naik

H minus 3 Lebaran bahan pokok di Kembangsari masih aman Foto dok IST

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Tiga Hari jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, harga sejumlah Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kembangsari, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mulai menunjukkan tren kenaikan pada Selasa (17/3/2026). Meski demikian, fluktuasi harga dinilai masih dalam batas wajar dan keterjangkauan konsumen.

Lurah Pasar Kembangsari, Slamet, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini merupakan siklus tahunan menjelang lebaran.

Berdasarkan pantauan di lapangan, komoditas daging sapi kini berada di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp120.000. Sementara itu, daging ayam ras yang biasanya Rp38.000 kini menyentuh angka Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.

“Kenaikan memang ada, tapi tidak sampai memberatkan konsumen. Pihak Kejari, DPRD, dan instansi terkait dari Pemkab Semarang juga sudah melakukan sidak untuk memastikan harga tetap terkendali,” ujar Slamet saat ditemui di lokasi pasar.

Ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan momentum lebaran dengan menaikkan harga secara sepihak. “Harapan kami, pedagang jangan ‘aji mumpung’. Kita jaga agar pasar tradisional tetap kompetitif dan tidak terkesan lebih mahal dari supermarket atau pasar modern agar pembeli tetap ramai,” tambahnya.

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas telur ayam ras yang kini mencapai Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000-Rp27.000. Cabai rawit merah atau “cabai galak” juga meroket hingga Rp80.000 di tingkat grosir, dan mencapai Rp95.000 hingga Rp100.000 di tingkat eceran.

Marni (55), pedagang bumbu dapur, menjelaskan bahwa kenaikan cabai dipicu oleh harga kulakan dari petani. “Saya grosir, ambil langsung dari pusat ,saya jual ke pedagang eceran seharga Rp90.000 untuk cabai galak. Kalau bawang merah masih standar di kisaran Rp32.000 hingga Rp35.000 untuk jenis Cepogo,” tuturnya.

Di sektor sembako, Basaroh (64) melaporkan kenaikan pada minyak goreng dan gula. Minyak goreng kini dibanderol Rp21.000 per liter dari harga sebelumnya Rp19.000. Gula pasir juga naik tipis menjadi Rp18.000 per kilogram. Sedangkan untuk beras kualitas premium (IR-64/36) masih tertahan di harga Rp15.000 per kilogram.

Hingga saat ini, pengelola pasar mengaku belum menerima edaran resmi mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus lebaran dari pemerintah, namun pengawasan harian terus diperketat guna mencegah spekulasi harga yang berlebihan.

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran