URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Merayakan Hari Jadi Kota Semarang yang ke-476 pada tanggal 2 Mei 2023, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Februari 2023. Dalam tema "Bersama Kita Kuat, Solid, Semarang Semakin Hebat", kegiatan tersebut meliputi Festival Durian, ziarah makam pendiri Kota Semarang, Gebyar Porwakos, Jambore Pokdarwis, Google Extremax Day, Semarang Job Fair, Kenduri Seni, Urban Farming, Gebyar Polder Tawang, kampanye mandatory halal, Gelar TBRS, serta rangkaian Dugderan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kota Semarang Siap Memperingati Hari Jadi ke-476 dengan Beragam Kegiatan

Kota Semarang Siap Memperingati Hari Jadi ke-476 dengan Beragam Kegiatan

Kota Semarang Siap Memperingati Hari Jadi ke-476 dengan Beragam Kegiatan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu
featured-img

Dalam hitungan hari, Kota Semarang akan memasuki usia baru yang ke-476 pada tanggal 2 Mei 2023. Untuk menyambut Hari Jadi tersebut, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Semarang (HJKS) yang telah digelar sejak bulan Februari 2023. Kegiatan ini mencakup berbagai bidang yang bermuara pada upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah tidak terasa seluruh warga Kota Semarang kembali memperingati hari jadi Kota Semarang yang tahun ini memasuki usia 476 tahun. Sebuah momentum hari ulang tahun, jangan hanya sekadar bermakna seremonial, melainkan kita jadikan sebagai sebuah refleksi catatan dan introspeksi terhadap capaian selama satu tahun ke belakang, untuk kemudian dijadikan sebagai modal membangun Kota Semarang menjadi lebih baik dan semakin hebat ke depannya,” terang Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu (26/4/2023).

Tahun ini, Hari Jadi Kota Semarang mengangkat tema “Bersama Kita Kuat, Solid, Semarang Semakin Hebat”. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain Festival Durian, ziarah makam pendiri Kota Semarang, Gebyar Porwakos, Jambore Pokdarwis, Google Extremax Day, Semarang Job Fair, Kenduri Seni: inflasi, stunting, Jamune, Urban Farming, Gebyar Polder Tawang dan kampanye mandatory halal, Gelar TBRS, serta rangkaian Dugderan. Melalui jajarannya, Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu, memfasilitasi pelayanan masyarakat dan berbagai pasar UMKM dalam kegiatan-kegiatan di atas.

“Pasca pandemi Covid-19 kita bersyukur peringatan ulang tahun Kota Semarang semakin meriah dan dapat dirasakan gaungnya oleh seluruh warga Kota Semarang. Tahun ini pun demikian, bahkan akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kolaborasi, integrasi menjadi kata kunci penyelenggaraan peringatan hari jadi ke-476 Kota Semarang, di mana akan mengkolaborasikan event-event yang diselenggarakan oleh OPD-OPD,” ucap wali kota perempuan pertama di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Rencananya, pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2023 akan diselenggarakan beragam kegiatan yaitu Joget Bareng Semarang Rumah (K)Ita, Launching Batik Semarangan, Launching KKPD, Launching ID Card, Panutan Pembayaran PBB, Launching Kenita Libas MoU Kedung Sepur, Makan Bersama Nasi Glewo dan Pemecahan Rekor Muri.

Selanjutnya, pada tanggal 5 – 7 Mei 2023 akan diadakan Semarak 476 di Kota Lama Semarang untuk mensupport usaha lokal masyarakat Kota Semarang.

Puncaknya pada tanggal 21 Mei 2023 akan dilaksanakan resepsi HJKS ke-476 yang merupakan pesta rakyat yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan hiburan pagelaran seni secara gratis kepada masyarakat. Resepsi HJKS Ke-476 yang digabungkan dengan Puncak Pekan Antikorupsi, merupakan momentum yang tepat untuk mengobarkan kembali semangat masyarakat mengenai budaya antikorupsi dan turut aktif berkontribusi mengawasi kegiatan pelaksanaan keuangan daerah, serta berupaya memerangi korupsi bersama Pemerintah Kota Semarang.

“Dengan demikian, event peringatan HUT Kota Semarang akan lebih terasa dan juga mampu menghidupkan roda ekonomi warga masyarakat. Mari kita terus Bergerak bersama menjadikan Semarang Rumah (K)ita melalui peringatan hari jadi ke-476 kota Semarang yang lebih integratif dan kolaboratif,” pungkas Mbak Ita.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved