URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 16.793 kotak suara untuk keperluan Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang mulai dirakit, melibatkan puluhan pekerja dari masyarakat umum. Kasubbag Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Reyta Warastuti, mengungkapkan bahwa proses perakitan kotak suara telah dimulai sejak Sabtu (23/12/2023) dan diharapkan selesai pada Kamis (28/12/2023).
SEBANYAK 16.793 KOTAK SUARA UNTUK KEPERLUAN PEMILU 2024 DI KABUPATEN SEMARANG MULAI DIRAKIT, MELIBATKAN PULUHAN PEKERJA DARI MASYARAKAT UMUM. KASUBBAG KEUANGAN, UMUM, LOGISTIK, DAN RUMAH TANGGA KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN SEMARANG, REYTA WARASTUTI, MENGUNGKAPKAN BAHWA PROSES PERAKITAN KOTAK SUARA TELAH DIMULAI SEJAK SABTU (23/12/2023) DAN DIHARAPKAN SELESAI PADA KAMIS (28/12/2023).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kotak Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Mulai Dirakit

Kotak Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Mulai Dirakit

Kotak Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang Mulai Dirakit

Sejumlah pekerja merakit kotak suara di gudang penyimpanan dan logistik Pemilu 2024 Kabupaten Semarang, di GOR tenis indoor stadion Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Rabu (27/12/2023). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 16.793 kotak suara untuk keperluan Pemilu 2024 di Kabupaten Semarang mulai dirakit. Puluhan pekerja yang berasal dari masyarakat umum terlibat dalam proses perakitan tersebut.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Kasubbag Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Reyta Warastuti, proses perakitan kotak suara itu sudah dimulai sejak Sabtu (23/12/2023) dan ditargetkan rampung pada Kamis (28/12/2023).

“Proses perakitan alhamdulillah sampai hari ini berjalan lancar. Targetnya besok sudah selesai dan dilanjutkan tahapan berikutnya,” ungkap Reyta ditemui di sela proses perakitan kotak suara di gudang penyimpanan dan pengelolaan logistik Pemilu 2024, GOR tenis indoor stadion Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (27/12/2023).

Dikatakan Reyta, jumlah pekerja yang terlibat untuk merakit kotak suara itu sebanyak 30 orang. Semuanya berasal dari masyarakat umum dengan upah Rp1.600 setiap satu kotak suara.

“Sesuai aturan KPU RI, besaran biaya distribusi, perakitan, sortir dan lipat pembaginya sesuai UMK kabupaten/kota masing-masing. Untuk Kabupaten Semarang kita tetapkan Rp1.600 per kotak suara,” ujarnya.

Sampai dengan hari kedua perakitan, sambungnya, belum ada temuan kotak suara yang rusak. Jika diketahui ada kerusakan maka akan dilaporkan ke KPU Provinsi Jawa Tengah. Mekanismenya, kotak suara yang rusak didokumentasikan dan diinput ke Sistem Informasi Logistik (Silog) KPU melalui link pelaporan.

“Di Silog sudah tercantum data waktu, jumlah, dan kondisi logistik pemilu. Nanti yang akan mengganti adalah pihak penyedianya. Dasarnya adalah laporan yang diinput tadi,” jelas Reyta.

Reyta menambahkan, distribusi logistik itu akan dilaksanakan setelah proses sortir dan pelipatan surat suara selesai dilakukan. Saat ini, KPU Kabupaten Semarang baru menerima dua surat suara yakni untuk pileg DPR RI dan DPRD Jateng. Sedangkan surat suara untuk pilpres, DPRD Kabupaten Semarang dan DPD masih menunggu pengiriman.

“Tanggal 3 Januari 2024 baru akan dilakukan sortir dan lipat surat suara. Kalau semuanya sudah komplit, baru akan kita packing dan distribusikan ke masing-masing TPS. Maksimal H-1 harus sudah sampai (TPS),” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved