KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

KPAI Soroti Fasilitas Mudik yang Masih Tidak Ramah Anak

KPAI Soroti Fasilitas Mudik yang Masih Tidak Ramah Anak

KPAI Soroti Fasilitas Mudik yang Masih Tidak Ramah Anak

Musim mudik Lebaran 1444 Hijriah sudah dimulai. Geliat arus mudik terpantau melonjak tajam sejak tanggal 18 April 2023 seiring dengan dimulainya cuti bersama yang ditetapkan pemerintah dari tanggal 19 - 25 April 2023.
(Foto/IST)
Komisioner KPAI Aris Adi Leksono.

[@]Musim mudik Lebaran 1444 Hijriah sudah dimulai. Geliat arus mudik terpantau melonjak tajam sejak tanggal 18 April 2023 seiring dengan dimulainya cuti bersama yang ditetapkan pemerintah dari tanggal 19 – 25 April 2023.

Dari survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi, sekitar 123,8 juta orang akan melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi dan alat transportasi umum pada masa
lebaran tahun ini. Dari jumlah itu dapat diasumsikan sepertiganya adalah anak yang berumur kurang
dari 18 tahun.

“Pantauan kami pada lebaran tahun 2018-2019 terdapat beberapa pelanggaran hak anak seperti minimnya fasilitas istirahat, anak penumpang tanpa tiket sehingga tidak masuk dalam manifes penumpang, anak rentan terpisah dari orang tua, serta beberapa pelanggaran lain,” ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono dalam rilisnya, Kamis (20/4/2023).

Menyikapi hal itu, lanjut Aris, dibutuhkan dukungan orang dewasa dan kebijakan pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Data Simfoni PPA KemenPPPA tahun 2021 mencatat adanya 2.466 kasus kekerasaan terhadap anak di fasilitas umum. Jenis kekerasannya adalah kekerasan fisik, non fisik, dan
seksual. Lahirnya UU Tindak Pidana Kekerasaan Seksual no 12 tahun 2022 diharapkan dapat memberikan perlindungan khusus dari kekerasan seksual.

“Oleh karena itu kami perlu mendorong
Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak terkait penyelenggara mudik Lebaran 2023 untuk melaksanakan mudik ramah anak yang bebas kekerasan seksual. Sejalan dengan
mandat Pasal 22 UU Perlindungan Anak No.23 tahun 2002 yakni negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam
penyelenggaraan perlindungan anak,” paparnya.

Aris menambahkan, beberapa rekomendasi yang disampaikan kepada Kementerian Perhubungan sebagai upaya mewujudkan mudik ramah anak antara lain meningkatkan ketersediaan dan kualitas fasilitas yang ramah anak di setiap stasiun kereta api, terminal, pelabuhan, bandara dan rest area. Termasuk memastikan tersedianya ruang laktasi, ruang istirahat anak dan ruang kesehatan.

“Kemudian meningkatkan pengawasan untuk menghindari terjadinya kelebihan kapasitas penumpang pada transportasi umum, meningkatkan perlindungan bagi anak selama dalam perjalanan agar bebas dari kekerasaan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya, serta menyediakan ruang/pos pengaduan di setiap tempat pemberhentian perjalanan yang terintegrasi dengan layanan UPTD PPA kabupaten/kota terdekat,” jelasnya.

Sementara bagi para orang tua juga diimbau untuk memastikan anak selalu dalam jangkauan pengawasan, memperhatikan keselamatan dan kebutuhan dasar anak selama perjalanan
mudik seperti menggunakan sarana transportasi yang aman, serta mencegah dan melaporkan segera ke petugas jika ada indikasi atau terjadi kekerasaan seksual. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]