KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi

Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi

Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Polres Semarang menetapkan empat tersangka terkait aksi konvoi dan pamer kekuatan (show of force) menggunakan senjata tajam yang sempat meresahkan masyarakat di sejumlah titik wilayah Kabupaten Semarang. Bahkan mereka sempat melakukan aksi pemblokiran ruas jalan utama Ungaran – Semarang.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengembangkan hasil penyelidikan terhadap video dan foto-foto yang beredar di media sosial.

“Empat tersangka sudah kami tetapkan dan langsung dilakukan pemeriksaan pada Kamis (11/6/2026),” ujarnya.

Polisi juga telah mengamankan senjata tajam yang digunakan para pelaku saat beraksi, termasuk yang ditunjukkan dalam video di wilayah perbatasan Ungaran dan kawasan jembatan Jalan Lingkar Ambarawa (JLA).

Menurut Bodia, motif para pelaku adalah melakukan show of force atau pamer kekuatan antargeng. Sebagian pelaku merupakan alumni sekolah dan ada yang sudah tidak bersekolah. Mereka berasal dari luar Kabupaten Semarang dan datang dengan euforia pasca kelulusan.

“Motivasinya show of force. Mereka gabung dengan beberapa geng dan melakukan aksi untuk menunjukkan eksistensi kelompoknya,” katanya.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan senjata tajam jenis corbek atau cocor bebek menyerupai arit panjang dengan ukuran mencapai 1,8 meter. Senjata tersebut dibeli secara daring melalui media sosial.

“Senjata didapat dengan cara membeli secara online. Sumbernya sama seperti kasus sebelumnya, melalui Instagram,” jelasnya.

Polres Semarang masih mendalami jaringan kelompok pelaku, termasuk pola komunikasi, cara memperoleh senjata, hingga kemungkinan keterlibatan kelompok lain di luar wilayah Kabupaten Semarang. Untuk itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah guna memperluas penanganan apabila ditemukan keterlibatan lintas daerah.

“Kami juga telah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) yang terintegrasi dengan layanan darurat 110. Tim tersebut beranggotakan 11 personel dan didukung satu kendaraan roda empat serta dua kendaraan roda dua operasional,” ungkapnya.

Menurutnya, pada kasus ini polisi tidak menerima laporan melalui layanan tersebut sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan setelah video aksi para pelaku terlanjur viral di media sosial.

“Kami membutuhkan bantuan masyarakat. Jika ada kejadian serupa, manfaatkan layanan 110 agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Polisi juga mengungkap adanya perubahan pola komunikasi antarkelompok yang kini lebih banyak memanfaatkan media sosial. Tantangan antargeng tidak lagi dilakukan secara langsung, melainkan menggunakan kode, sinyal, dan sandi tertentu yang saat ini masih diinventarisasi oleh penyidik.

“Kami sedang mendalami berbagai kode dan sandi yang digunakan. Informasi itu nantinya bisa menjadi bahan penyelidikan sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat,” pungkasnya.

Para tersangka dijerat Pasal 307 KUHP 2023 dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. (win)

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana. Foto: win

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]