URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Trend perang sarung di kalangan anak-anak dan remaja saat menyambut Ramadhan seringkali berujung pada tindakan anarkhis dan bahkan tindak pidana. Mencegah hal tersebut Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga untuk melakukan penyelidikan dan memberikan pembinaan kepada delapan remaja yang terlibat dalam perang sarung di Jalan Lingkar Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lagi Asik Bermain Perang Sarung, 8 Bocah Dibina Polisi

Lagi Asik Bermain Perang Sarung, 8 Bocah Dibina Polisi

Lagi Asik Bermain Perang Sarung, 8 Bocah Dibina Polisi

Trend perang sarung di kalangan anak-anak dan remaja saat menyambut Ramadhan seringkali berujung pada tindakan anarkhis dan bahkan tindak pidana. Hal tersebut memicu Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga untuk melakukan penyelidikan dan memberikan pembinaan kepada delapan remaja yang terlibat dalam perang sarung di Jalan Lingkar Salatiga.
Foto dok IST
Barang bukti sarung yang diamankan petugas, yang diduga untuk aksi perang sarung.
featured-img

 RASIKAFM.COM | SALATIGA - Perang “Sarung” kini menjadi tren di kalangan anak-anak dan remaja untuk menyambut Ramadhan. Namun, perang sarung ini sebenarnya bisa berdampak negatif, terutama jika dilakukan dengan tidak bertanggung jawab. Seiring waktu, perang sarung yang awalnya hanya untuk bercanda, bisa berubah menjadi tindakan anarkhis seperti tawuran, bahkan tindak pidana jika menggunakan sarung yang diisi dengan benda keras atau benda tajam.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga telah menerima aduan dari masyarakat terkait perang sarung yang terjadi di Jalan Lingkar Salatiga pada Kamis malam 23/03/2023. Satreskrim Polres Salatiga segera melakukan langkah penyelidikan guna mencegah perang sarung tersebut terulang kembali.

Meskipun dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan jatuhnya korban, namun pada Jumat pagi 24/03/2013, Unit Reskrim Polres Salatiga yang dipimpin Kasat Reskrim AKP M. Arifin Suryani, S.H, M.H berhasil mengidentifikasi 8 (delapan) orang remaja yang diduga pelaku perang sarung malam sebelumnya, dari hasil interogasi kedelapan pelajar tersebut juga mengakui terlibat perang sarung, selanjutnya Unit Reskrim Polres Salatiga memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang perang sarung.

“Dalam kegiatan tersebut mempunyai tingkat bahaya yang sangat tinggi, perang sarung sudah memakan korban jiwa di daerah lain, jangan sampai hal tersebut juga terjadi di Kota Salatiga”, jelas Arifin

Kasi Humas Polres Salatiga juga menyampaikan pembinaan dan penyuluhan melalui Jajaran Bhabinkamtibmas maupun Personil yang melaksanakan patroli sambang kewilayahan untuk melarang masyarakat khususnya anak-anak dan remaja untuk tidak melakukan perang sarung karena hal tersebut sangat membahayakan keselamatan jiwa.” jelas IPTU Henri Widyoriani, S.H. dalam siaran persnya yang diterima Rasika FM.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, Polres Salatiga akan memanggil kedelapan pelajar yang terlibat dalam perang sarung tersebut dengan didampingi orang tua dan sekolahnya masing-masing. Diharapkan agar pihak sekolah dan orang tua selalu memantau kegiatan anak didiknya saat di luar jam sekolah. Pengawasan harus terus dilakukan agar kejadian perang sarung tidak terulang kembali yang dapat berdampak dengan timbulnya korban”, tutup Kasi Humas.

BACA JUGA :

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi mengungkap penggagalan peredaran narkotika bermodus pengiriman melalui jasa ekspedisi di Kota Salatiga. Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai, petugas menyita hampir 6 kilogram ganja serta 2,83 gram sabu, sekaligus menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Polisi Salatiga Amankan 6 Kilogram Ganja Kering dan Paket Sabu Siap Edar
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik