URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak mencari solusi bagi masyarakat pesisir yang terdampak rob dengan menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan budidaya nila salin di lahan terdampak rob agar tetap produktif dan mampu menjaga sumber penghasilan masyarakat pesisir.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lahan Terendam Rob, Ahmad Luthfi Langsung Telepon Menteri KKP: Minta Nila Salin untuk Selamatkan Ekonomi Warga

Lahan Terendam Rob, Ahmad Luthfi Langsung Telepon Menteri KKP: Minta Nila Salin untuk Selamatkan Ekonomi Warga

Lahan Terendam Rob, Ahmad Luthfi Langsung Telepon Menteri KKP: Minta Nila Salin untuk Selamatkan Ekonomi Warga

Saat Rembug di Tegal, Ahmad Luthfi Langsung Hubungi Menteri Trenggono, mencari Solusi untuk Tambak Terdampak Rob
featured-img

TEGAL — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat mencari solusi bagi masyarakat pesisir yang lahannya terdampak rob. Di sela Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026), Luthfi langsung menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk meminta dukungan pengembangan budidaya ikan nila salin di wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga produktivitas lahan dan memastikan masyarakat pesisir tetap memiliki sumber penghasilan meski sebagian lahan pertanian dan tambak terendam rob.

Dalam forum tersebut, sejumlah kepala daerah pesisir melaporkan dampak rob yang semakin luas. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyebut daerahnya kehilangan sekitar 930 hektare lahan pertanian dan 300 hektare tambak akibat genangan air laut.

Sebagai bentuk adaptasi, Pemerintah Kabupaten Pemalang mulai mengembangkan budidaya padi salin dan nila salin di lahan yang terdampak rob.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Batang. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melaporkan sekitar 400 hektare lahan terdampak rob. Saat ini, Batang telah melakukan uji coba budidaya padi salin dan nila salin di lahan seluas 30 hektare melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Mendengar laporan tersebut, Ahmad Luthfi langsung berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat.

Dalam percakapan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan program pengembangan nila salin dalam skala besar. Bahkan, tersedia potensi pengembangan hingga sekitar 72 ribu hektare yang dapat dimanfaatkan daerah-daerah terdampak rob setelah dilakukan pemetaan wilayah dan pendataan masyarakat.

Merespons peluang tersebut, Ahmad Luthfi meminta seluruh kepala daerah di wilayah pesisir Jawa Tengah segera melakukan pendataan dan pemetaan lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan budidaya nila salin.

Menurutnya, rob merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan strategi adaptasi yang tepat. Selain upaya mitigasi seperti pembangunan tanggul laut dan penanaman mangrove, pemerintah juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki mata pencaharian.

“Rob memang menjadi persoalan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu, lahan yang terdampak harus tetap bisa produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan nila salin,” kata Ahmad Luthfi.

Selain membahas penanganan rob, Gubernur juga menegaskan bahwa swasembada pangan tetap menjadi prioritas pembangunan Jawa Tengah pada tahun 2026.

Ia meminta seluruh pemerintah daerah segera memetakan wilayah rawan kekeringan menjelang musim kemarau, memperkuat program pompanisasi dan pipanisasi, serta memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga.

“Jangan sampai saat musim kemarau panjang kita tergagap. Daerah harus segera melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan agar target produksi pangan tetap tercapai,” tegasnya.

Melalui langkah adaptasi seperti pengembangan nila salin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap kawasan pesisir yang terdampak rob tidak hanya bertahan menghadapi perubahan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum