KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa

Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa

Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus saat di RSI Paru Salatiga (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah mengubah strategi perang melawan tuberkulosis (TBC). Jika selama ini penderita datang sendiri ke fasilitas kesehatan, kini petugas justru mendatangi masyarakat untuk memburu kasus yang belum terdeteksi. Langkah luar biasa (extraordinary) itu ditempuh agar target menemukan 1,08 juta penderita TBC sepanjang 2026 bisa tercapai.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus saat menyerahkan sertifikat sembuh kepada sembilan pasien tuberkulosis resisten obat (TB RO) di Poliklinik TB SO RRP RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Senin (29.6.2026).

Benjamin mengungkapkan, hingga pertengahan tahun ini pemerintah baru menemukan sekitar 800 ribu penderita TBC. Artinya, masih ada ratusan ribu kasus yang diperkirakan belum terdiagnosis dan berpotensi terus menularkan penyakit di lingkungan sekitarnya.

“Yang kita kejar bukan sekadar angka, tetapi orang-orang yang belum mengetahui dirinya menderita TBC. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati dan rantai penularan bisa diputus,” katanya.

Menurut dia, peluang kesembuhan TBC sebenarnya sangat tinggi. Tingkat keberhasilan pengobatan bahkan mencapai lebih dari 90 persen apabila pasien ditemukan lebih awal dan menjalani terapi hingga tuntas. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah menemukan penderita yang masih tersembunyi di tengah masyarakat.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah skrining aktif dari rumah ke rumah. Di Kota Salatiga, sekitar 1.000 rumah akan menjadi sasaran pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Setiap anggota keluarga akan diperiksa, termasuk menjalani pemeriksaan TBC bila diperlukan.

Langkah tersebut dilakukan karena penularan TBC paling banyak terjadi di lingkungan keluarga. Seseorang yang tinggal serumah dengan pasien memiliki risiko tinggi terpapar bakteri. Meski demikian, orang yang tertular belum tentu langsung sakit. Sebagian hanya mengalami infeksi laten sehingga tidak bergejala, namun tetap perlu diketahui agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Karena itu, setiap kali ditemukan satu pasien TBC, seluruh anggota keluarga akan ditelusuri dan diperiksa, termasuk menggunakan foto rontgen dada. Pemerintah ingin memastikan tidak ada penderita yang luput dari pengobatan.

Benjamin juga menilai keberadaan kader TBC menjadi ujung tombak keberhasilan program eliminasi TBC. Para kader menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat, mulai dari edukasi, penemuan suspek, pendampingan minum obat, hingga memastikan pasien menyelesaikan pengobatan.

Sebagai bentuk keberhasilan pengobatan, Wamenkes menyerahkan sertifikat sembuh kepada sembilan pasien TB resisten obat yang telah disiplin menjalani terapi selama enam bulan. Meski telah dinyatakan sembuh, mereka tetap diwajibkan menjalani kontrol berkala setiap tiga hingga enam bulan untuk memastikan penyakit tidak kembali muncul.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Dr. Robby Hernawan berharap RS Paru dr. Ario Wirawan tetap mempertahankan fokus sebagai rumah sakit spesialis paru. Menurutnya, pengalaman panjang rumah sakit tersebut dalam menangani TBC menjadi modal penting untuk mendukung target nasional eliminasi TBC.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]