[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bringin Hangus Terbakar

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bringin Hangus Terbakar

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bringin Hangus Terbakar

Petugas melakukan upaya pendinginan pada sisa kebakaran yang melanda sebuah rumah di Dusun Kroyo, Bringin, Jumat (13/9/2024) malam. Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah rumah di Dusun Kroyo, Desa Bringin, Kabupaten Semarang terbakar pada Jumat (13/9/2024) malam. Akibatnya bagian dapur rumah yang terbuat dari kayu tersebut luluh lantak.

Musibah ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Diduga pemilik rumah lupa mematikan kompor saat memasak sehingga memicu terjadinya kebakaran.

“Waktu kejadian, pemilik rumah sedang tidak berada di tempat sehingga api cepat merembet ke seluruh bagian dapur,” kata Kapolsek Bringin Iptu Sudaryono, Sabtu (14/9/2024).

Dijelaskan Sudaryono, kali pertama yang mengetahui terjadinya kebakaran ini adalah anak sang pemilik rumah. Saat itu yang bersangkutan pulang kerja dan melihat kepulan asap membumbung dari bagian dapur rumahnya.

“Ia kemudian meminta bantuan tetangga sekitar untuk memadamkan api. Namun karena keterbatasan alat, proses pemadaman mengalami kesulitan. Warga selanjutnya menyelamatkan isi rumah dan menghubungi kami,” jelasnya.

Usai menerima laporan, pihaknya segera menghubungi Pos Damkar Bringin untuk melakukan pemadaman. Dua unit armada Damkar dari Pos Bringin dan Ambarawa didatangkan untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

“Sekitar pukul 20.30 WIB api berhasil dijinakkan. Untuk tabung gas elpiji dalam keadaan utuh, jadi tidak ada ledakan,” sambungnya. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani