KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Marak Modus Minta Data Pribadi, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Lebih Waspada

Marak Modus Minta Data Pribadi, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Lebih Waspada

Marak Modus Minta Data Pribadi, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Lebih Waspada

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga, Noegroho Agoes Setijono, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil terkait aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Peringatan ini disampaikan di Salatiga pada akhir Juli 2025 menyusul maraknya aksi oknum tidak bertanggung jawab yang menghubungi warga melalui WhatsApp dan telepon, lalu meminta data pribadi seperti foto KTP dan Kartu Keluarga (KK).
 foto  dok IST
Suasana Pelayanan di kantor Disdukcapil Kota Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA– Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Kota Salatiga Noegroho Agoes Setijono menghimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan terkait aktifasi Identitas Kependudukan Digital ( IKD). Pasalnya, belakangan ini marak aksi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan dari Disdukcapil yang meminta data pribadi.

“ Modusnya pelaku menghubungi via Whatshap terlebih dahulu, kemudian menelpon. Dalam komunikasi ini pelaku meminta data diri via WA, semisal foto KK, foto KTP dan data yang lain. Data ini disalahgunakan oleh peminta data ( pelaku) yang mengatasnamakan pegawai Disdukcapil. Ini bukan hanya terjadi di Salatiga, namun juga di daerah-daerah lain,” kata Noegroho.

Noegroho menegaskan, data pribadi tersebut bisa disalahgunakan oleh pelaku dan apapun itu yang namanya data pribadi jangan mudah diberikan kepada orang lain. “ Untuk itu kepada segenap warga Salatiga yang dihubungi oleh seseorang yang mengaku pegawai Dukcapil, yang meminta data pribadi jangan diberi. Masyarakat jangan mudah percaya ketika ada yang menghubungi via WA maupun telepon yang mengaku dari Disdukcapil,” tandasnya.

Dikatakannya, Disdukcapil Salatiga tiak pernah menghubungi masyarakat via Whatshap ataupun telepon untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan berupa identitas kependudukan digital maupun layanan lainnya . “ Layanan petugas Disdukcapil Kota Salatiga dilakukan offline di kantor melalui petugas yang sudah mengkonfimasi sebelumnya WA online dengan nomer 085 701 701 704, dan semuanya gratis,” jelasnya.

Noegroho menegaskan, pegawai Didukcapil tidak pernah menghubungi untuk meminta data pribadi kepada penduduk, kecuali sebelumnya sudah ada perjanjian saat di bertemu pelayanan. “ Semisal saat di kantor pelayanan ada kekurangan data, namun itu pun sangat terbatas. Prinsipnya hati-hati dan jangan mudah percaya ketika dihubungi seseorang untuk meminta data pribadi,” pungkasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]