RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Marak Modus Minta Data Pribadi, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Lebih Waspada

Marak Modus Minta Data Pribadi, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Lebih Waspada

Marak Modus Minta Data Pribadi, Disdukcapil Salatiga Imbau Warga Lebih Waspada

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga, Noegroho Agoes Setijono, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil terkait aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Peringatan ini disampaikan di Salatiga pada akhir Juli 2025 menyusul maraknya aksi oknum tidak bertanggung jawab yang menghubungi warga melalui WhatsApp dan telepon, lalu meminta data pribadi seperti foto KTP dan Kartu Keluarga (KK).
 foto  dok IST
Suasana Pelayanan di kantor Disdukcapil Kota Salatiga.

RASIKAFM.COM | SALATIGA– Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Kota Salatiga Noegroho Agoes Setijono menghimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan terkait aktifasi Identitas Kependudukan Digital ( IKD). Pasalnya, belakangan ini marak aksi dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan dari Disdukcapil yang meminta data pribadi.

“ Modusnya pelaku menghubungi via Whatshap terlebih dahulu, kemudian menelpon. Dalam komunikasi ini pelaku meminta data diri via WA, semisal foto KK, foto KTP dan data yang lain. Data ini disalahgunakan oleh peminta data ( pelaku) yang mengatasnamakan pegawai Disdukcapil. Ini bukan hanya terjadi di Salatiga, namun juga di daerah-daerah lain,” kata Noegroho.

Noegroho menegaskan, data pribadi tersebut bisa disalahgunakan oleh pelaku dan apapun itu yang namanya data pribadi jangan mudah diberikan kepada orang lain. “ Untuk itu kepada segenap warga Salatiga yang dihubungi oleh seseorang yang mengaku pegawai Dukcapil, yang meminta data pribadi jangan diberi. Masyarakat jangan mudah percaya ketika ada yang menghubungi via WA maupun telepon yang mengaku dari Disdukcapil,” tandasnya.

Dikatakannya, Disdukcapil Salatiga tiak pernah menghubungi masyarakat via Whatshap ataupun telepon untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan berupa identitas kependudukan digital maupun layanan lainnya . “ Layanan petugas Disdukcapil Kota Salatiga dilakukan offline di kantor melalui petugas yang sudah mengkonfimasi sebelumnya WA online dengan nomer 085 701 701 704, dan semuanya gratis,” jelasnya.

Noegroho menegaskan, pegawai Didukcapil tidak pernah menghubungi untuk meminta data pribadi kepada penduduk, kecuali sebelumnya sudah ada perjanjian saat di bertemu pelayanan. “ Semisal saat di kantor pelayanan ada kekurangan data, namun itu pun sangat terbatas. Prinsipnya hati-hati dan jangan mudah percaya ketika dihubungi seseorang untuk meminta data pribadi,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran