URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Semarang melakukan sidak lantaran keresahan masyarakat khususnya wisatawan terkait ongkos parkir yang mahal di tempat rekreasi atau wisata.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Marak Ongkos Parkir Mahal Di Tempat Wisata, Satpol PP Semarang Lakukan Sidak

Marak Ongkos Parkir Mahal Di Tempat Wisata, Satpol PP Semarang Lakukan Sidak

Marak Ongkos Parkir Mahal Di Tempat Wisata, Satpol PP Semarang Lakukan Sidak

featured-img

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Semarang melakukan sidak lantaran keresahan masyarakat khususnya wisatawan terkait ongkos parkir yang mahal di tempat rekreasi atau wisata.

Pasalnya seorang warganet mengabarkan bahwa parkir Lawang Sewu untuk sebuah bus harus bertarif sebesar Rp. 350 ribu. Kabar mahalnya tarif parkir itu menjadi sorontan banyak pihak dan membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta untuk menindak tempat parkir wisata.

Kepala Satpol Kota Semarang Fajar Purwoto saat melakukan kegiatan menyampaikan jika penindakan itu dilakukan setelah mendapat laporan dari Satpol PP Jateng.

“Karena dapat laporan satu bis ditarik Rp. 350 ribu makan kami koordinasi dengan Kasatpol PP Provinsi untuk sidak,” kata Fajar usai kegiatan Jumat (21/1/2022).

Namun, ia menjelaskan untuk sidak saat ini pihaknya masih belum melakukan penindakan lantaran belum ditemukan pelanggaran. Akan tetapi, dirinya meminta kepada petugas parkir untuk tidak main-main menaikan tarif parkir.

“Tadi pengelola di Lawang Sewu sudah kami minta buat pencatatan apabila nanti melanggar langsung nanti kita dihubungi untuk melakukan tindakan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya parkir liar itu, Satpol PP Semarang akan datang dalam beberapa hari lagi untuk melakukan pemeriksaan agar wisatawan yang mengunjungi Kota Semarang benar-benar nyaman.

Disisi lain, Fajar menyebut parkir yang viral itu memang di luar ketentuan dari Perwal 37 tahun 2021 dengan tarif roda 2 Rp 3 ribu, roda Rp 4-5 ribu, roda 6 atau lebih Rp 15 ribu.

“Setelah ini mereka harus sesuai perwal apabila mereka melanggar langsung kami ajak siber pungli untuk menindak mereka,” tegas Fajar.

Ia menambahkan, parkir yang di samping Lawang Sewu itu merupakan parkir liar dari luar kewenangan tempat wisata. Sementara untuk wisatawan yang hendak berekreasi alangkah baiknya memarkirkan kendaraanya di Museum Mandala.

“Tidak ada mobil lagi biar mereka di samping atau tempat mana sehingga tidak tambah crowded,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026