RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Masuki Tahun Ajaran Baru, SMPN 3 Ungaran Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Masuki Tahun Ajaran Baru, SMPN 3 Ungaran Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Masuki Tahun Ajaran Baru, SMPN 3 Ungaran Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo memberikan pengarahan pada siswa baru SMPN 3 Ungaran saat kegiatan MPLS, Senin (11/7/2022). (Foto/win)

UNGARAN – Memasuki tahun ajaran 2022/2023, seluruh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Semarang mulai menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Salah satunya adalah SMPN 3 Ungaran.

Hari pertama penyelenggaraan MPLS di SMPN 3 Ungaran pada Senin (11/7/2022), diikuti oleh 351 siswa baru. Mereka akan menjalani kegiatan orientasi tersebut selama tiga hari.

“Materi MPLS yang diberikan menitikberatkan pada pengenalan lingkungan fisik, sosial serta pendidikan karakter,” ujar Kepala SMPN 3 Ungaran Sarbun Hadi Sugiarto.

Pasca kegiatan MPLS tersebut, lanjut Sarbun, seluruh peserta didik akan menjalani kegiatan belajar mengajar secara normal dengan penerapan Kurikulum Merdeka.

“Bentuk struktur Kurikulum Merdeka terdiri dari kegiatan intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler,” sambung Sarbun.

Dijelaskan Sarbun, projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut.

“Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna memastikan projek penguatan profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo menuturkan total ada 455 SD dan 52 SMP baik negeri dan swasta yang akan menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 ini.

“Sesuai Permendikbud, penerapan kurikulum tersebut pada siswa kelas 1 dan 4 SD serta seluruh siswa SMP. Tentunya dengan persetujuan antara orang tua dan para guru,” jelasnya.

Ditambahkan Katon, pada Kurikulum Merdeka terdapat banyak perbedaan dengan Kurikulum 2013 yang digunakan sebelumnya. Oleh karenanya setiap satuan pendidikan wajib melakukan penyesuaian.

“Di tingkat SD ada 9 mata pelajaran, sedangkan SMP ada 11. Ini yang akan disesuaikan oleh masing-masing satuan pendidikan. Intinya peserta didik bebas memilih pelajaran yang diminati sesuai bakat, minat dan aspirasi kariernya, sehingga ‘beban’ belajar setiap mata pelajaran lebih sedikit,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran